Connect with us

Berita Terbaru

600 Anggota Polisi Kolaborasi dengan Rektor Bubarkan Paksa Massa Unjuk Rasa Penolakan UU Cipta Kerja di UIN SMH Banten

Published

on

Petugas gabungan saat akan membubarkan paksa aksi unjuk rasa mahasiswa penolakan UU Cipta Kerja di UIN SMH Banten. (FOTO Tangkap Layar Video)

Serang- Aksi unjuk rasa di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten berakhir ricuh, Selasa, 6 Oktober 2020. Massa dengan polisi saling serang menggunakan petasan, batu dan gas air mata.

Massa yang memprotes kebijakan DPR RI soal pengesahan UU Cipta Kerja ini menolak membubarkan diri. Ratusan anggota polisi gabungan Tangerang, Cilegon dan Serang belum bisa membuat massa mengakhiri aksi unjuk rasa.

Alhasil, pihak kepolisian yang dikomandoi langsung Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar melibatkan rektor untuk membubarkan massa. Lagi-lagi, massa enggan untuk membubarkan diri.

BACA :  Benyamin Davnie Imbau Warga Tangsel Rayakan Tahun Baru dengan Sederhana

Fiandar menegaskan dalam aksi ini tidak ada surat pemberitahuan kepada kepolisian sesuai dengan undang-undang. Dengan langkah persuasif yang dilakukan Polda rupanya ini tidak digubris oleh mahasiswa saat kepolisian meminta aksi ini diakhiri.

“Jangankan jam 6, seketikapun dibubarkan juga bisa, bahkan akan dibubarkan malah melakukan pelemparan batu mercon dan sebagainya, mereka masuk ke kampus kita kinta bantuan rektor untuk bubarkan diri tapi tidak mau,”kata Fiandar.

Pembubaran paksapun dilakukan akibat masa aksi yang masih bertahan didalam kampus diikuti menyerang mengunakan batu ke petugas kepolisian.

“Anggota hampir sekitar 600 gabungan dari Tangerang dan Cilegon kita tugaskan disini, jalan sudah normal kembali,”jelasnya.

Menurut Fiandar,aksi penolalan UU Cipta kerja ini telah disusupi oleh kelompok non mahasiswa mulai dari pelajar sampai pedagang. Alhasil lebih dari 5 orang diamankan oleh petugas.

BACA :  Lima Kecamatan di Pandeglang Alami Krisis Air Bersih

“Akan di dalami keterlibatan sejauh mana karna mereka terlibat melawan petugas, yang diamanakan ada pelajar dan pedagang kita dalami linknya kemana saja, ini menuspi ada dari eksternal kita dalami apa motivasi nya,”ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler