Connect with us

Berita Terbaru

Oknum RT Cabul di Sepatan Tangerang Diduga Punya Korban Lainnya; Modusnya Dipeluk, Dicium Hingga Meraba Bagian Vital

Published

on

Melati (bukan nama sebenarnya) bersama ibu kandungnya saat mendatangi Unit PPA Polres Metro Tangerang lantaran menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum RT di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang – Oknum Ketua RT di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang berinisial AR (55) resmi dilaporkan ke Polres Metro Tangerang. Ia diduga melakukan tindakan cabul terhadap Melati (bukan nama sebenarnya), seorang bocah kelas 5 SD berumur 11 tahun di wilayah tersebut.

Belakangan, aksi oknum RT cabul ini disinyalir bukan hanya menimpa Melati. Dia diduga melakukan tindakan yang sama terhadap teman seumuran Melati yang masih berada di bawah umur.

“Iyah, ada dugaan kuat korbannya bukan hanya satu,” kata Analis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tangerang, Neneng Sabilah saat ditemui wartawan, Selasa 6 Oktober 2020.

BACA :  Tahun Lalu, Puluhan Nyawa Melayang di Perairan Banten

Baca Juga: Dari Modus Ziarah Kubur sampai Kasih Uang Jajan, Akal-akalan Ketua RT di Sepatan Gagahi Bocah Kelas V SD

Fakta ini Neneng temukan setelah mendampingi Melati saat membuat laporan ke Polres Metro Tangerang, Senin 5 Oktober 2020 kemarin. Korban, saat itu mau bercerita kepadanya bahwa perbuatan cabul oknum RT tersebut bukan hanya menimpa satu anak saja.

“Sempet saya tanya, dan dia bilang teman-teman korban juga ada yang diperlakukan seperti itu. Kayak ditarik, dipeluk dan dicium, tapi mereka pada lari,” ujar Neneng.

Meski sudah mengantongi pengakuan dari Melati, Neneng memutuskan untuk menelusuri sejumlah bukti-bukti lain di lingkungan oknum RT cabul ini.

BACA :  Terkait Gafatar, Bakor Pakem Lebak Belum Serahkan Rekomendasi ke Bupati

Sebab, menurut cerita yang didapat dari korban, sang oknum RT ternyata memiliki penyimpangan seksual lantaran punya ketertarikan terhadap anak di bawah umur.

“Kalau persoalannya suka sama anak-anak kecil masak sampai meraba-raba bagian vitalnya. Itu kan sudah jelas penyimpanan dan ini tidak dibenarkan dalam undang undang perlindungan anak,” tutur Neneng.

Pasca insiden ini, Neneng menuturkan bahwa pihaknya saat ini sedang mencoba menyembuhkan kondisi psikologis korban setelah mendapat pelecehan seksual tersebut.

Ia pun mengimbau masyarakat setempat agar segera melapor jika mendapatkan anak-anaknya telah menjadi korban dari aksi cabul oknum RT di Kecamatan Sepatan.

“Bila korban pelecahan seksual oknum RT memerlukan pendampingan hukum, kita sudah mempersiapkan,” ucapnya.

BACA :  Sakit Hati, Motif Seorang Remaja di Lebak Tega Habisi Nyawa Kakak Ipar dan Keponakannya

Hingga berita ini publish BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi pihak kepolisian.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler