Connect with us

Berita Terbaru

Warga Banten Harus Naik Atap Rumah untuk Dapetin Sinyal HP, Wagub Ngaku Sudah Koordinasi sama Operator

Published

on

Warga Kampung Lebak Pari III, Desa Lebak Peundeuy, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten naik ke atap rumah untuk mendapatkan sinyal komunikasi. (BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Sejak memisahkan diri dari Jawa Barat, usia Provinsi Banten sudah mencapai 20 tahun. Diusianya yang mulai dewasa, masih banyak pekerjaan rumah atau PR Pemerintah Provinsi Banten untuk memberikan hak sosial masyarakatnya.

Salah satunya, pemenuhan hak mendapatkan akses jaringan komunikasi bagi warga yang bermukim di pelosok Banten. Karena meski Tanah Jawara ini dekat dengan Jakarta, masih ada daerah yang kesulitan mendapat jaringan internet atau komunikasi.

Keluhan minimnya jaringan internet ini, menjadi keluhan warga di Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak. Warga disana kerap lari kedataran tinggi, hingga naik ke atap rumah untuk mendapatkan akses internet.

BACA :  Atlet Skateboard Profesional Komentari Skatepark di Pandeglang, Begini Katanya

Menanggapi persoalan itu, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengklaim, telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan internet bagi warga di pelosok Banten, dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar dapat menyediakan jaringan oporator.

“Kemarin juga saya sudah kordinasi dengan pak Menteri (Kominfo) untuk bagaimana juga menekan seluruh provider (Penyedia Jasa Internet),” katanya, kepada awak media belum lama ini.

Putra mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah itu juga mengaku, sudah memikirkan hal tersebut, karena saat ini para pelajar masih melakukan pembelajaran secara daring. Namun semua provider belum menyeluruh masuk ke wilayah pelosok Banten selatan.

“Kami sudah memikirkan, hanya saja dengan kaitan tadi, kemarinkan bantuan pulsa tapi kami pikirkan juga dengan kondisi fasilitasi internet di wilayah selatan. Semua provider sudah diinformasikan dan dikoordinasikan termasuk diusulkan ke Kementerian,” pungkasnya.

BACA :  Honda Beat Adu Kebo dengan Yamaha Scorpio, Pegawai Balai Karantina Pertanian Klas II Cilegon Tewas

Editor : Engkos Kosasih



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler