Connect with us

Berita Terbaru

Gagal Bergabung dengan Massa di Jakarta, Buruh di Kab. Tangerang Putar Haluan ke Mahkamah Konstitusi

Published

on

Ribuan aliansi serikat buruh saat memblokir akses jalan Cikupa-Bitung, Kabupaten Tangerang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka, gagal ke Jakarta setelah dihadang polisi dan melumpuhkan akses tersebut hingga lima jam. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang- Ribuan aliansi serikat buruh di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten akhirnya membubarkan diri setelah gagal bergerak menuju Jakarta untuk ikut bergabung menolak UU Ciptakerja. 

Mereka, harus gigit jari meski sempat melumpuhkan akses jalan Cikupa-Bitung selama lebih lima jam. Dalam aksi tersebut, ribuan buruh ini juga saling bergantian menyampaikan orasi tentang penolakan terhadap produk legislasi tersebut.

“Kawan-kawan, meskipun kita gagal bergabung dengan rekan-rekan kita di Jakarta, tapi perjuangan kita belum selesai,”kata satu orator di atas mobil komando saat aksi buruh di Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang, Kamis 8 Oktober 2020.

BACA :  Gawat! Bansos Covid-19 Rawan Diselewengkan untuk Menekan Lawan Politik di Pilkada

Setelah ini, kita akan tempuh jalur hukum ke MK untuk menuntut agar Undang-undang Omnibus Law bisa dicabut,”tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Ade Ary Syam yang sedari awal mengawal aksi buruh di barisan paling depan, mengapresiasi ribuan serikat pekerja tersebut karena mau mengikhti imbauan petugas kepolisian.

Selain ingin menciptakan situasi kondusif di wilayahnya, Ade juga berharap agar buruh bisa mematuhi protokol kesehatan dengan tidak memaksa bergerak ke Jakarta yang notabene merupakan zona merah Covid-19.

“Terima kasih untuk kawan-kawan buruh karena sudah mau patuh dengan anjuran kami dari pihak kepolisian. Hati-hati di jalan, dan jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan,”ujar Ade.

BACA :  Rumah PDP Covid-19 yang Meninggal Dunia di Bojong Cikupa Dikosongkan, Tim Gugus Tugas Gagal Lakukan Tracing

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler