Connect with us

Berita Terbaru

Kelompok Tani di Ciruas Serang Akui Program Pemkab Serang Berhasil Berdayakan Petani

Published

on

Petani di Pandeglang

Kelompok Tani di Curas, Serang mengaku program pemerintah telah dirasakan langsung. Ilustrasi: Petani di Panimbang lebih memilih menanam Semangka ketimbang jagung. (Banten Hits/Engkos Kosasih)

Serang – Berbagai program Pemerintah Kabupaten Serang sejauh ini dirasakan telah berhasil memberdayakan masyarakat petani di Kabupaten Serang.

Hal tersebut diungkapkan, sejumlah masyarakat yang terhimpun dalam Kelompok Petani (Poktan) Desa Kebon Ratu, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

“Seperti halnya pengembangan tanaman pangan dan holtikultura. Bahkan bantuan bibit hingga bantuan obat penyuburan lahan,” kata Abdullah di lahan pertanianya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu, 7 Oktober 2020.

Karena program-programnya telah dirasakan langsung, Abdullah pun tak ragu untuk memberikan dukungan lagi kepada calon petahana di Pilkada Serang 2020, Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa.

BACA :  Tak Percaya Janji Airin, DPRD Tegur Pemkot

Abdullah juga mengaku, dirinya telah mendapatkan bantuan untuk menanam padi, dan perbaikan drainase dari Pemkab Serang.

“Alhamdulillah, lahan pertanian jadi tumbuh subur. Makanya kita tetap pilih Tatu-Pandji, lanjutkan dua periode,” ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun wartawan BantenHits.com, selama Tatu-Pandji memimpin telah membantu sebanyak 56 Poktan. Begitu juga dengan bantuan yang disalurkannya sangat bervariatif. Mereka ada yang mendapat traktor roda dua, roda empat, pompa air, hingga hand sprayer.

Sementara kelompok tani lainnya mendapat kultivator atau traktor mini, alat panen padi, alat panen padi mekanik, dan alat tanam padi mekanik.

Tak hanya itu, program pertanian pun terus dikembangkan. Yakni pengembangan tanaman pangan dan holtikultura sebagai upaya meningkatkan produksi tanaman pangan.

BACA :  Alami Gangguan Jiwa, Wanita Ini Nyaris Lompat dari Fly Over Balaraja

Dinas Pertanian (Distan) disebut-sebut mengambil pengembangan tiga jenis tanaman pangan yakni padi, jagung dan kedelai (pajale). Sedangkan untuk holtikultura, ada pada tanaman durian, cabai, bawang, dan bunga sedap malam.

Adapun pengembangan tanaman pangan pada 2019, Distan ditarget menanam jagung diangka 3 ribu hektare (Ha), kedelai 5 ratus hektare (Ha), dan padi diangka 92 ribu hektare (Ha). Sementara, untuk tanaman padi masih diberikan target yang tinggi karena Kementerian Pertanian (Kementan) melihat potensi sawah yang tinggi di Kabupaten Serang yakni sekitar 48 ribu hektare (Ha).

Dengan demikian, Kementan melihat Distan Kabupaten Serang bisa mencapai angka 92 ribu hektare (Ha) dengan asumsi menanam dua kali setahun. Hingga saat ini tanaman padi sudah tercatat mencapai 74 ribu hektare (Ha).

BACA :  Waspada! Sekda Lebak Gadungan Gentayangan Minta Duit Rp7 Juta untuk Pengangkatan ASN

Sedangkan untuk produktivitas padi masih diangka 5,7 ton hektare (Ha), jagung 4,5 ton hektare dan kedelai 1 ton per hektare. Artinya, jumlahnya masih di atas rata-rata dengan daerah lain di Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

“Kebutuhan per kapita per tahun, kita hanya 114 kilogram beras per tahun. Dibandingkan dengan angka 1,5 juta penduduk, masih ada kelebihan,” kata Kepala Dinas Kabupaten Serang, Dadang Hermawan.

Sementara kedelai, produktivitasnya masih rendah lantaran Kabupaten Serang bukan basis kedelai. Namun basis kedelai berada di Kabupaten Pandeglang. 

“Hanya saja, Kabupaten Serang diminta dukungannya untuk memenuhi target provinsi,” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler