Connect with us

Berita Terbaru

Pelajar SMP di Kab. Tangerang Bela-belain ‘Nyamar’ Demi Ikut Demo UU Ciptaker di Jakarta

Published

on

Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Ade Ary Syam saat mengamankan para pelajar yang memaksa ikut aksi unjuk rasa di DPR RI. (Bantenhits/Rifat Alhamidi)

Tangerang – Polres Tangerang Kota mengamankan total 167 pelajar setingkat STM/SMA yang hendak berangkat menuju Jakarta. Mereka ini, diketahui ikut-ikutan demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis 8 Oktober 2020.

Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Ade Ary Syam mengatakan, ratusan pelajar itu diamankan di sejumlah titik. Mulai dari kawasan Bizpoint Cikupa, pintu Tol Balaraja Timur, hingga di Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang.

“Mereka ini bukan berlatar buruh ataupun mahasiswa tapi hendak ikut-ikutan demo ke gedung DPR di Jakarta,” katanya, Jumat 9 Oktober 2020.

BACA :  Dinkes Serang Sebut Belum Ada Klaster Covid-19 Baru Usai Pilkada

Ade pun menyayangkan tindakan ratusan pelajar ini yang diduga terprovokasi oleh ajakan di media sosial. Mirisnya, mayoritas dari mereka malah menggunakan atribut sekolah yang notabene hingga kini masih diliburkan oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19.

“Bahkan diantara mereka ada yang masih berstatus pelajar SMP, tapi pas kami amankan saat itu orangnya menggunakan seragam anak SMA,” ujar Ade.

Ratusan pelajar ini pun sudah menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah diamankan Polres Tangerang Kota. Polisi juga turut memanggil orang tuanya masing-masing agar mereka tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Hari ini sudah kami kembalikan ke orang tuanya masing-masing. Tentu kami mengimbau agar adik-adik pelajar ini tidak ikut-ikutan aksi tersebut, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini,” tutur Ade.

BACA :  Polisi Pastikan Ayu Balita Perempuan yang Ditemukan di Tembong Serang Dibuang Ibunya Sendiri

Sebelumnya diketahui, petugas kepolisian mengamankan 59 siswa asal Tangerang yang akan mengikuti aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja di Jakarta. Mereka, diciduk saat bergerak di Kawasan Bitung, tepatnya di perbatasan wilayah hukum Polres Kabupaten Tangerang dan Tangsel.

Mirisnya, setelah digeledah, ada siswa yang kedapatan membawa tembakau jenis gorila dan ketapel serta barang-barang berbahaya lain untuk mengikuti demo buruh tersebut.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler