Connect with us

Berita Terbaru

Soal Bantuan Covid-19 untuk Warga; WH Bilang Gak Punya Duit, Andika Sebut Sudah Dianggarkan

Published

on

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy (BantenHits/Engkos Kosasih)

Serang – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy membantah pernyataan Gubernur Banten, Wahidin Halim, yang menyebut Pemprov Banten tak memiliki duit untuk menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap dua dan tiga.

Andika menegaskan, Pemprov Banten sudah menganggarkan bantuan untuk tahap dua dan tiga yang belum cair, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2020.

“Kesulitan bagaimana? orang di (APBD) perubahan sudah kita maksimalkan,” tegas Andika saat ditanya BantenHits.com, Jumat 9 Oktober 2020.

Namun Andika juga belum dapat memastikan kapan bantuan sebesar Rp500 ribu, untuk masing-masing warga penerima manfaat itu bisa dicairkan. Akan tetapi, ia akan mempercepat bantuan tersebut agar segera diterima masyarakat.

BACA :  Lima Orang Gila di Kota Serang Diamankan Petugas

“Secara teknis nanti tanggalnya pak Sekda, kita ingin mempercepat bantuan agar segera terealisasi untuk yang belum terdestribusikan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, saat ini bantuan untuk masyarakat dari Pemprov Banten itu masih dalam tahap evaluasi.

Rina juga memastikan, BST tahap dua dan tahap tiga itu sudah masuk dalam perencanaan Pemprov Banten dan sudah dianggarkan.

“Ya kita evaluasi kembali, sudah ada dalam perencanaan, kita upayakam sesuai perencanaan, udah (Anggaranya sudah disiapkan Pemprov Banten, red),” jelas Rina belum lama ini.

Sedangkan, untuk teknis penyaluran bantuan kepada warga terdampak Covid-19 di Tanah Jawara ada di Dinas Sosial (Dinsos) Banten. 

BACA :  Pelaku Pembacokan Sekeluarga di Kronjo Stres Ditinggal Istri

“Untuk masalah rencana penyaluran JPS teknisnya ada di Dinsos silahkan koordinasi dengan Dinsos,” tandasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler