Connect with us

Berita Utama

Terseret Kasus Korupsi Lapis Beton JLS Cilegon, Mantan Kadis DPUTR Kota Cilegon Nana Sulaksana Dijebloskan ke Penjara

Published

on

Caption Foto : Mantan Kadis DPUTR Cilegon, Nana Sulaksana saat digiring oleh Petugas Kejati Banten memasuki mobil tahanan (baju putih). Nana terseret kasus dugaan korupsi lapis beton JLS. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Banten menjebloskan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau Kadis DPUTR Kota Cilegon, Nana Sulaksana (61) ke penjara, Jumat, 9 Oktober 2020.

Nana terseret kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan lapis beton Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon senilai Rp 14 miliar yang menelan APBD Kota Cilegon tahun anggaran 2013.

Wartawan BantenHits.com, Iyus Lesmana melaporkan, Nana didampingi kuasa hukumnya tiba di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon sekira pukul 14.00 WIB.

BACA :  Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School Segera Dibangun di Citra Maja Raya

Sebelum dijebloskan ke Lapas Kelas II Kota Cilegon, menggunakan kendaraan narapidana Nana sempat menjalani pemeriksaan test kesehatan yang dilakukan oleh tim medis.

Informasi yang berhasil dihimpun, selain Nana Kejati Banten juga melakukan penahanan dua orang lainnya dari pihak swasta yakni TB Doni Sudrajat (58), selaku Sub Kontraktor dan Syachrul (61), selaku kontraktor PT Respati Jaya Pratama, sebuah perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan beton JLS tepatnya pada titik killometer 5+917 hingga KM 8+667 arah Ciwandan menuju Lampu Merah Pondok Cilegon Indah (PCI).

Saat dikonfirmasi awak media Kasidik Kejati Banten, Zainal Efendi mengungkapkan, Nana  bersama dua orang tersangka lainnya ditahan setelah proses penyidikan di Kejati Banten dinayatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejari Cilegon.

Terseret Kasus Korupsi Lapis Beton JLS Cilegon, Mantan Kadis DPUTR Kota Cilegon Nana Sulaksana Dijebloskan ke Penjarazxz

“Agenda kita hari ini dari Kejati Banten melakukan tahap II menurut kami jaksa penyidik telah memenuhi syarat formal dan materil ya itu kita menerima P21 dalam berkas ini jadi secara keseluruhan dalam tahap II ini kita ada 3 tersangka yaitu Nana Sulaksana selaku KPA PPK, TB Doni Sudrajat Selaku Sub Kontraktor dan Sahrul selaku Kontraktor,” ujar Zainal Efendi saat ditemui awak media di kantor Kejari Kota Cilegon.

BACA :  Uang Pengelolaan Sampah di Pandeglang Capai Rp. 1,2 Miliar  

Zainal mengungkapkan, dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi tersebut negara mengalami kerugian sekitar Rp 1,3 miliar.

Para tersangka melakukan kejahatan dengan modus operandi mengurangi volume pekerjaan seperti ketebalan beton peningkatan JLS.

“Modus operandi ada beberapa item yang kita hitung kerugiannya dari ahli kekurangan volume. Kalau fiktif tidak ada perkerjaannya ada seperti ketebalan beton di RAB nya di kontraknya tidak sesuai dengan yang kita temukan,” tandasnya.

Zainal mengatakan, Nana terjerat dengan pasal 2 ayat 1 Subsidair Pasal 3 Jo. Psal 18 Undang-undang Ri Nomor 13 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler