Connect with us

Berita Terbaru

Warga yang Ketitipan Bayi di Tigaraksa Ternyata Penjual Ketupat; 10 Tahun Menantikan seorang Cucu

Published

on

Bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang menggegerkan warga Kampung Tapos Wetan dibawa ke puskesmas Tigaraksa untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Hingga kini, sang ibu belum bisa dimintai keterangan lebih dalam oleh polisi lantaran masih syok dan takut aibnya tersebut diketahui oleh orang tuanya. (Bantenhits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang– Warga Kampung Tapos Wetan RT 12/06, Desa Tapos, Kecamatan Tigarakasa, Kabupaten Tangerang dibuat heboh peristiwa penitipan bayi, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Kabar beredar, semulanya bayi perempuan ini hendak dititipkan sang ibu berinisial E yang merupakan warga Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang kepada salah satu saudaranya.

Adalah Isah, warga Kampung Tapos Wetan. Namun saat akan dititipkan Isah menolak. Akhirnya bayi tersebut diserahkan ke warga lain yakni Rodiah yang kebetulan berjarak tidak jauh dari rumah Isah.

Usut punya usut, Rodiah ternyata merupakan ibunda dari Ketua DPC GMNI Kabupaten Tangerang Endang Kurniawan. Sang ibunda pun punya keinginan bisa mengasuh bayi mungil tersebut lantaran sudah 10 tahun mendambakan cucu dari pernikahan anak keduanya.

BACA :  Disdukcapil Pandeglang Sebut Keterlambatan e-KTP karena Server Pusat Bermasalah

“Iyah bang, tadi emang kepingin ibu saya bisa ngasuh bayinya. Inget ke anak terus, soalnya udah lama enggak punya cucu,”kata Endang Kurniawan saat berbincang dengan Bantenhits.com.

Saat kejadian, Endang pun mengaku kaget melihat telah ada sesosok bayi diletakan di atas kasur rumahnya. Waktu itu, ia masih ingat bayi tersebut sudah dalam posisi terbungkus sarung dengan kondisi penuh bercak darah akibat proses persalinan.

“Ibu saya kan kalau pagi keliling kampung jualan ketupat, nah pas balik ke rumah kok malah bawa-bawa bayi. Tadinya mau saya tanya, bu itu bayi siapa,” ujar Endang

Endang pun bermaksud menanyakan mengapa ada sesosok bayi di rumahnya. Namun tanpa menghiraukan pertanyaan Endang, ibundanya malah langsung menyuruh Ketua DPC GMNI Kabupaten Tangerang ini agar segera meminta bantuan paraji (sebutan lain dukun beranak) untuk mengurus bayi tersebut.

BACA :  Jenazah Sumantri Jayabaya Dimakamkan di Makam Keluarga

“Ibu saya langsung bilang, udah jangan banyak nanya dulu. Cepet panggil paraji ke sini, yang penting bayinya ke urus dulu,” tutur Endang menirukan perintah ibunya waktu itu.

Setelah sang paraji datang, Endang kembali mendapat tugas dari ibunya supaya membeli sejumlah obat ke apotek terdekat untuk memulihkan kondisi bayi yang mulai terlihat membiru akibat kedinginan.

Sekembalinya dari apotek, Endang sudah melihat kondisi bayi mungil ini telah dibersihkan dan dibungkus dengan kain yang lebih bersih. Kondisinya pun mulai membaik dan terlihat bekas biru di tubuh bayi mungil ini.

Setelah menganggap situasi lebih tenang, Endang kemudian bermaksud untuk menanyakan lagi mengapa ibunya membawa bayi mungil itu ke rumah. Namun, ibundanya kembali menjawab pertanyaan itu karena sudah lama mendambakan cucu dari pernikahan anak keduanya.

BACA :  Tulis Status Minta THR, Anggota F-PKB DPRD Kabupaten Serang Dikecam Facebooker

“Kakak laki-laki saya kan udah 10 tahun nikah, tapi istrinya belum punya anak terus. Ibu itu keinget sama menantunya aja, semoga aja katanya kalau ngerawat anak ini nanti kedepannya bisa dikasih anak langsung,” ucap Endang.

Namun, keinginan ibunda Endang sepertinya akan terhalang. Sebab, warga setempat keburu dihebohkan dengan informasi adanya bayi yang dibuang di Kampung Tapos Wetan. Polisi pun kemudian tiba di lokasi untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa ini.

Setelah mengumpulkan bukti sementara, polisi pun memastikan bahwa bayi yang menggegerakan warga Kampung Tapos Wetan bukan dibuang oleh orang tuanya. Melainkan, hendak dititipkan ke pihak saudara sang ibu bayi karena khawatir perbuatannya akan diketahui oleh kedua orang tua.

Kini, sang ibu beserta bayi mungil ini sudah dibawa ke Puskesmas Tigaraksa supaya bisa menjalani perawatan lebih lanjut. Polisi pun masih meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan sang ibu bayi mungil berinisial F, yang mengantar buah hatinya itu ke warga Tapos Wetan.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler