Connect with us

Berita Terbaru

Lewat Tactical Floor Game, Polisi Bersiap Kawal Aksi Unjuk Rasa UU Ciptakerja Jilid II

Published

on

Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Ade Ary Syam saat memaparkan strategi Tactical Floor Game (TGF) untuk pengawalan demo buruh. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang- Gelombang aksi penolakan UU Ciptakerja di Kabupaten Tangerang terus berlanjut. Menurut informasi, ribuan buruh akan mulai turun ke jalan di sejumlah titik pada Selasa 13 Oktober 2020 besok.

Untuk mengantisipasi demo besar-besaran jilid kedua ini, aparat kepolisian sudah menyiapkan strategi dalam mengawal aksi buruh. Salah satunya, melalui simulasi yang diperkenalkan bernama Tactical Floor Game (TGF) oleh jajaran Polres Tangerang Kota.

Lalu, apa itu Tactical Floor Game? Menurut informasi yang dilansir, taktik tersebut merupakan simulasi beberapa kemungkinan yang terjadi di wilayah. Salah satunya, antisipasi terjadinya tindakan anarkistis hingga potensi penjarahaan sejumlah pusat perbelanjaan.

BACA :  Gerebek Judi Sabung Ayam di Teluknaga Tangerang, 10 Orang Diamankan

Taktik ini juga disusun untuk menguji sejauh mana konsep rencana aksi yang telah disiapkan aparat keamanan. Titik tekannya pun ada kepada perwira yang mengambil komando untuk memetakan setiap gangguan keamanan yang berpotensi terjadi setiap saat.

“Tactical Floor Game merupakan bentuk persiapan Polres Tangerang Kota dan unsur terkait dalam pengamanan aksi damai buruh,” kata Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Ade Ary Syam saat memaparkan konsep taktik tersebut pada simulasi di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, Senin 12 Oktober 2020.

Kekinian, strategi yang dinamakan Tactical Floor Game ini juga sering digunakan aparat kepolisian untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang. Ade, bahkan turut mengingatkan pasukannya agar tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan saat mengawal aksi buruh.

BACA :  Ngamuk, Seorang Pemuda Tikam 6 Orang di Pasar Kemis Tangerang

“Prinsipnya tugas kita mengamankan massa aksi. Namun apabila ada pelanggaran hukum termasuk pelanggaran protokol kesehatan, maka tindakan tegas terukur harus dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Ade pun turut mengimbau jajarannya agar mengedepankan aspek humanis saat mengamankan demo buruh. Secara tegas, perwira menengah kepolisian ini melarang setiap anggotanya untuk tidak melakukan tindakan yang kontraproduktif.

“Laksanakan tugas pengamanan dengan humanis dan hindari melakukan tindakan yang menjurus pada kontraproduktif,” tuturnya.

Untuk diketahui, aparat kepolisian sempat menerapkan taktik tersebut saat melakukan penyekatan demo buruh yang mencoba merangsek ke Jakarta di Jalan Raya Serang KM 14, Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang.

Meskipun sempat terjadi beberapa ketegangan di lapangan, namun upaya polisi dalam menerapkan strategi tersebut membuahkan hasil. Ribuan buruh yang hendak ikut demo UU Ciptakerja ke Gedung DPR RI, Jakarta, akhirnya membubarkan diri setelah memblokir jalur di kawasan tersebut hingga lima jam.

BACA :  Kang Nong Kabupaten Tangerang Wajib Paham Soal Kebudayaan dan Pariwisata

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler