Connect with us

Berita Terbaru

Tiga Wakil Rakyat di Banten Turun ke Tengah Aksi Mahasiswa yang Tolak UU Cipta Kerja; “Kami Telah Surati Pemerintah Pusat”

Published

on

Mahasiswa Penolak UU Cipta Kerja saat Duduk Bersama Dengan Tiga Anggota Legislatif dan Kadisnakertrans Banten di Halaman Kantor DPRD Banten, Selasa 13 Oktober 2020. (BantenHits/Tolib)

Serang – Aliansi mahasiswa dari berbagai Universitas di Provinsi Banten kembali melakukan unjuk rasa (Unras) penolakan Undang-undang Ombibus Law Cipta Kerja yang disahkan DPR RI dan Pemerintah.

Dalam aksi yang dilakukan di depan gedung DPRD Banten ini, para mahasiswa mendesak agar DPRD dan Pemprov Banten mau menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penolakan tersebut.

Aksi kali ini, para mahasiswa duduk bersama dengan Wakil Ketua DPRD Banten M. Nawa Said Dimyati, Ketua Komisi III Gembong R Sumedi, Wakil Ketua Komisi II Yoyon Sujana dan Kepala Disnakertrans Banten, Al Hamidi.

BACA :  Rano Karno Apresiasi Pesta Rakyat Desa Bojong Cikupa

Ke empat orang itu sengaja turun ke tengah-tengah aksi untuk menyerap aspirasi dari para mahasiswa.

Wakil Ketua DPRD Banten M. Nawa Said Dimmyati mengatakan DPRD Banten dan Pemprov Banten tidak mempunyai kewenangan untuk menolak peraturan yang telah dibuat dan disahkan oleh Pemerintah Pusat.

Akan tetapi Nawa memastikan, akan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa itu ke Presiden Jokowi.

“DPRD Banten dan Pemprov tidak mempunyai legal stending untuk menolak peraturan  perundang undangan yang dibuat oleh pemerintah pusat,” katanya.

Sementara Kepala Disnakertrans Banten Al Hamidi menyebut, Pemerintah Provinsi Banten melalui Gubernur Banten Wahidin Halim, akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan aspirasi yang disampaikan para demonstran.

BACA :  Dua Tersangka Kasus Korupsi Bibit Kakao di Lebak Kembalikan Kerugian Negara Rp 200 Juta

Al Hamidi juga mengaku saat ini pihaknya tengah menyusun draf surat beserta lampirannya, bahkan ia meminta kepada masa aksi agar menyampaiakan penolakan secara tertulis, supaya menjadi lampiran surat ke Presiden.

“Draf surat masih dibuat oleh kita, hari ini yang menyampaikan kami minta secara tertulis nanti yang jadi lampiran kita ke Presiden,” jelasnya.

Namun Al Hamidi belum bisa menyampaikan isi surat tersebut dengan dalih belum selesai.

“Nanti aja masalah isinya setelah surat selesai, paling aspirasi aja kalau masalah (Pemprov) menolak nanti kita lihat aja. Paling telat besok disampaikan suratnya,” pungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler