Connect with us

Advertorial

Emak-emak Kreatif di Dumpit Tangerang Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan Murah selama Pandemi Covid-19

Published

on

Emak-emak di Griya Dumpit Asri, RT 04 RW 06, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang yang tergabung Kelompok Wanita Tani Gemar Menanam Sayuran Inovasi Menanam Padi dan Budidaya Ikan atau KWT Gemas Implan menyulap lahan tidur menjadi lumbung pangan murah selama pandemi Covid-19. (Foto: tangerangkota.go.id)

Tangerang – Pandemi Covid-19 yang sudah hampir delapan bulan melanda Indonesia, ternyata mampu memantik api kreativitas sejumlah emak-emak di Griya Dumpit Asri, RT 04 RW 06, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.

Tak mau dirundung cerita-cerita kemalangan seputar Covid-19, emak-emak yang tergabung Kelompok Wanita Tani Gemar Menanam Sayuran Inovasi Menanam Padi dan Budidaya Ikan atau KWT Gemas Implan ini, menyulap lahan tidur menjadi lumbung pangan sayur mayur.

Selain bisa mencukupi kebutuhan pribadi, hasil budi daya ikan dan tanaman di tempat tersebut juga bisa dibagikan kepada warga sekitar. Bahkan, dijual dengan harga murah dibanding di pasar.

BACA :  Bukan Nimbun, Pabrik Masker di Serang Dipergoki Ditreskrimsus Polda Banten Produksi Sendiri Merek yang Mereka Impor

“KWT Gemar Implan dibangun sejak 2019, sejak awal kami komitmen bercocok tanam untuk memberikan sayur mayur yang murah untuk warga sekitar. Terlebih di tengah pandemi ini,” ungkap seorang kader KWT Gemar Implan, Wida, Selasa, 13 Oktober 2020 seperti dikutip BantenHits.com dari laman tangerangkota.go.id.

Kelompok Wanita Tani Gemar Menanam Sayuran Inovasi Menanam Padi dan Budidaya Ikan atau KWT Gemas Implan memanen semangka di lumbung pangan yang mereka buat.(Foto: tangerangkota.go.id)

Fokus menjadi lumbung pangan murah, kata Wida, KWT Gemar Implan bercocok tanam mulai dari padi, jagung, pare, tomat, cabai, kangkung, semangka hingga budidaya ikan lele.

“Namun, yang membedakan KWT Gemar Implan dibanding yang lainnya adalah padi. Tapi sejauh ini, padi hanya baru konsumsi untuk para kader belum ke warga sekitar,” jelasnya.

BACA :  Kecoh Anjing Pelacak, Ganja 159 Kilogram Dikemas Baju dan Penguat Sinyal

Ia pun menuturkan, proses jual beli sayur mayur hasil panen, KWT Gemar Implan akan selalu infokan ke warga sekitar. Selanjutnya, warga bisa membeli kebutuhan dapur dengan harga yang murah lebih dari harga pasaran.

“Kalau kangkung biasanya di pasar Rp4 ribu per ikat, di KWT kami jual hanya Rp2 ribu. Begitu juga dengan lele hampir Rp5 ribu lebih murah dibanding di pasar,” katanya.

Selain menjadi lumbung pangan, kini KWT Gemar Implan, juga sedang disibukan program ketahanan pangan 3.000 bibit untuk warga terdampak Covid-19. Kini, 3.000 bibit masih dalam tahap pembesaran.

“Kalau sudah 70 persen sekitar satu minggu siap panen, baru nanti bersama kecamatan dan kelurahan kami bagikan ke warga,” jelas Wina.

BACA :  Dikenal Anti-PKI Legislator Asal Banten Ini Ungkap Insiden Mic Mati saat Rapat Paripurna Pengesahan RUU Haluan Ideologi Pancasila

KWT Gemar Implan berharap, keberadaannya terus bisa dirasakan masyarakat sekitar. Terlebih di masa pandemi ini, dapat menjadi lumbung pangan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan warga.(Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler