Connect with us

Berita Terbaru

Gerak Cepat Tindak Lanjut ‘Perintah Jokowi’, Pemkab Tangerang Bersiap Pengadaan Vaksin Covid-19

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Vaksin Covid-10 yang akan didatangkan ke Indonesia. (Foto: AP/Ng Han Guan/CNBCIndonesia)

Tangerang- Pemerintah Kabupaten Tangerang bersiap untuk pengadaan vaksin Covid-19. Salah satu caranya dengan rutin berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan lantaran Presiden Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi global Covid-19.

Sekda Kabupaten Tangerang Rudi Maesyal mengaku sedang mengkalkulasikan berapa kebutuhan program vaksinasi untuk masyarakat di Kabupaten Tangerang. Ia menyebut, dengan jumlah penduduk lebih dari 4 juta, pemkab berharap ketersediaan vaksin nantinya bisa ikut diprioritaskan oleh pemerintah pusat.

“Sampai saat ini Dinkes sedang koordinasi dengan panitia di Jakarta, kira-kira kita lihat nanti seperti apa hasilnya. Tentu kalau bicara masalah kebutuhan, kita perlunya juga banyak,”kata Rudi kepada Bantenhits usai menghadiri sebuah acara di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, Kamis 15 Oktober 2020.

BACA :  Fatwa MUI Dapat Menjadi Rujukan Umat Islam Menghadapi Pandemi Covid-19

Berdasarkan anjuran WHO tentang pelaksanaan rapid tes saja, menurut Rudi, pemda wajib melakukan tes terhadap minimal 1 persen penduduk yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Jumlah ini, kata dia, tentu akan meningkat drastis mengingat program vaksinasi merupakan salah satu jalan keluar untuk meakhiri pandemi Covid-19.

“Standar dari who itu saat rapid 1 persen, jadi dari 4 juta penduduk minimal 40 ribu harus dites. Kalau buat vaksi, tentu kita butuh sebanyak-banyaknya, karena prioritasnya juga buat semua masyarakat,”jelasnya.

Meskipun dalam Perpres yang baru saja diteken Presiden Jokowi pada Senin 5 Oktober 2020, disebutkan bahwa garda terdepan seperti petugas medis dan TNI/Polri merupakan prioritas pertama penerima vaksin, namun Rudi berharap seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang bisa mendapat program vaksinasi tersebut untuk memutus mata rantai Covid-19.

BACA :  Pria yang Ditemukan Tewas di Hotel Flamboyan Tangerang Datang Bersama Wanita

“Kalau bisa semua, karena kita kan tidak tahu Covid itu ada dimana,” tutur pejabat eselon II jebolan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) tersebut. 

Diketahui bersama, pemerintah pusat sudah mengamankan ketersediaan vaksin Covid-19 untuk disebar ke seluruh wilayah Indonesia. Vaksin ini, didapat dari 3 perusahaan asal Tiongkok dan siap didistribusikan pada November 2020.

Ketiga produsen itu yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac. Adapun rinciannya yaitu, Cansino menyanggupi 100.000 dosis vaksin (single dose) pada November 2020. Selanjutnya, 15-20 juta dosis vaksin untuk tahun 2021.

Kemudian G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dari jumlah itu, sekitar 5 juta dosis akan mulai datang pada November 2020.

BACA :  Aksi Unjuk Rasa HMI saat HUT ke-20 Banten Ricuh dengan Polisi, Beberapa Mahasiswa Diamankan

Kemudian, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Sementara itu, untuk 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), dan Sinovac 125 juta (dual dose).

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler