Connect with us

Berita Terbaru

Pelaku Vandalisme Musala Darussalam Segera Duduk di Kursi Pesakitan, Sempat Ajukan Penangguhan Penahanan?

Published

on

Satrio Katon Nugroho (18), pelaku vandalisme di Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/ Rifat Alhamidi)

Tangerang- Masih ingat dengan Satrio Katon Nugroho?. Ya, pria berusia 18 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka kasus vandalisme Musala.

Betul, Musala Darussalam di Perumahan Villa Tangerang Elok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu tempat kejadian perkara (TKP).

Pria yang baru saja lulus SMA ini melakukan vandalisme dan merusak beberapa fasilitas ibadah yang terdapat di Musala.

Saat ini kasus Satrio memasuki babak baru. Ia akan segera diseret untuk duduk di kursi pesakitan alias persidangan.

“Berkasnya sudah lengkap. Sudah kami serahkan ke kejaksaan, tinggal menunggu diteliti,” kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira, Jumat 16 Oktober 2020.

BACA :  Zaki Harapkan Kerjasama dengan AS dalam Penyediaan Air Bersih Berlanjut

Informasi yang diperoleh, keluarga Satrio melalui kuasa hukumnya meminta polisi agar menangguhkan penahanan terhadap remaja berumur 18 tahun tersebut. Namun, Ivan mengaku belum mengetahui perihal permintaan penangguhan itu.

“Kami belum cek surat permintaannya. Nanti kami lihat dulu seberapa penting dia ditangguhkan atau layak menjadi tahanan,” ujarnya.

Sementara, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi memastikan tidak akan mengabulkan surat permintaan penangguhan Satrio.

Ade beralasan, pihaknya khawatir Satrio tidak bisa dikontrol oleh keluarganya dan malah berpotensi melakukan aksi serupa.

“Tentu tidak akan kami kabulkan, kami khawatir dia mengulangi lagi. Bagaimanapun ini untuk keselamatan dia sendiri,” kata Ade.

Ade juga menyatakan, penyidik sudah memeriksa kondisi kejiwaan dari Satrio. Hasilnya, remaja tersebut diketahui sulit mengendalikan emosinya meski saat itu dihadapkan dengan psikolog sekalipun.

BACA :  Dukung TMMD, Iti Terima Penghargaan dari TNI

“Hasilnya dari psikiater itu istilahnya susah mengendalikan emosi. Tapi secara kejiwaan, tersangka dinyatakan sehat,” ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler