Connect with us

Berita Terbaru

Desa di Lebak Capaian PBB-P2 nya di Bawah 10 Persen? Siap-siap Diaudit Inspektorat

Published

on

Kepala Bapenda Lebak, Hari Setiono (kiri) saat memberikan reward kepada desa paling cepat pelunasan PBB. (Istimewa)

Lebak- Inspektorat daerah akan mengaudit desa-desa di Kabupaten Lebak yang capaian Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) masih di bawah 10 persen.

Usut punya usut, bergeraknya Inspektorat mengaudit desa-desa ‘bandel’ setelah adanya permohonan kerjasama dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak.

Ya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinahkodai Hari Setiono ini tengah berupaya menggenjot target PBB. Di mana sampai Oktober ini realisasi target PBB baru 65 persen atau Rp16 miliar dari target Rp23 miliar lebih.

“Ya, masih ada beberapa desa yang capaian PBB-P2 nya masih cukup rendah dibawah 10 persen. Karennya, ini masuk target untuk dilakukan audit oleh Inspektorat daerah. Kaitan audit Bapenda akan menggandeng Inspektorat Kabupaten Lebak,”kata Kabid Pendaftaran dan Pendataan Bapenda Kabupaten Lebak Deri Derawan kepada awak media, Jumat, 15 Oktober 2020.

BACA :  Mulai 1 Oktober 2020 Kegiatan Ekonomi di Lebak Diperketat, Pemkab Mulai Terapkan PSBB

“Langkah-langkah yang akan kita tempuh ketika desa katakanlah tidak membantu pemda dalam melakukan pungutan PBB maka Inspektorat yang akan turun meng audit. Bukan mencari kesalahan desa tapi mencari permasalahannya dimana,”tambahnya.

Deri juga mengaku akan intens melakukan penagihan dan monitoring evaluasi realisasi PBB agar capaian target bisa 100 persen.

“Alhamdulilah, enggak ada lagi desa PBB nya yang 0 peresen seperti tahun lalu setelahvkita menggandeng Inspektorat,” katanya.

Menurut Deri, Bapenda sangat mengapresiasi terhadap mereka yang taat membayar pajak. Seperti halnya, belum lama ini Bapenda memberikan reward kepada 10 desa yang paling cepat dalam melunasi PBB.

“Tentunya, masyarakat sebagai wajib pajak juga harus mengetahui bahwa pajak yang dibayar langsung ke kas negara itu dipergunakan untuk kepentingan umum pembangunan serta biaya rutin penyelenggaraan negara. Karenanya kita memberikan penghargaan kepada 10 desa yang tercepat lunas PBB nya,” katanya.

BACA :  Lagi, Pengedar Sabu di Kab. Tangerang Diringkus Polisi

Sementara itu Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebak Halson Nainggolan membenarkan, Bapenda menggandeng Inspektorat untuk melakukan audit kaitan PBB di beberapa desa di Kabupaten Lebak.

“Audit dilakukan untuk mencari persoalan dan permasalahannya. Sehingga, diharapkan pajak PBB dapat terlunasi” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler