Connect with us

Berita Terbaru

Calo-calo Tenaga Kerja Gentayangan di Kabupaten Serang, Eki Baihaki Tawarkan Solusi “Aplikasi”

Published

on

Calon Wakil Bupati Serang, Eki Baehaki Menawarkan Solusi Untuk Pangkas Calo Pencari Kerja. Hal Itu Dikatakan saat Kampanye di Kecamatan Ciruas, Sabtu 17 Oktober 2020. (BantenHits/Mursyid)

Serang – Di sepanjang jalan raya Serang – Jakarta berjejeran pabrik-pabrik industri mulai dari skala kecil hingga besar yang berada di Kecamatan Jawilan, Cikande dan Ciruas, Kabupaten Serang.

Di kawasan Cikande misalnya, terdapat PT Nikomas Gemilang yang dinobatkan sebagai pabrik sepatu terbesar Se-Asia Tenggara. Dengan banyaknya perusahaan diyakini bakal mendatangkan investor ke Kabupaten Serang untuk menanamkan modal.

Belum lagi, hal itu menjadi cikal bakal untuk mendongkrak peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Namun sayang, banyaknya perusahaan ini tidak lepas dari bayang-banyang calo yang “Gentayangan” mencari para pencari kerja (Pencaker).

BACA :  Nonton Wayang Bareng Warga di Ciledug, Arief Wismansyah: Lestarikan Budaya

Bahkan tak main-main, ketika dibuka lowongan pekerjaan maka para pelamar kerja harus menyiapkan uang sogokan mulai dari Rp 3 juta hingga puluhan juta dengan janji bisa diterima di perusahaan tempat Pencaker melamar.

Fakta tersebut, berdasarkan hasil penelusuran Wartawan BantenHits.com, Mursyid Arifin, yang belum lama ini berbincang dengan sejumlah Pencaker di Kabupaten Serang.

Menariknya, isu ini mendapat tanggapan dari Calon Wakil Bupati Serang, Eki Baehaki. Eki tampak tau betul bahwa ada calo gentayangan yang memanfaatkan para Pencaker.

Menurut Eki, jika terpilih nanti pada Pilkada 2020, ia akan memberikan solusi berbentuk aplikasi untuk memangkas calo Pencaker. Dengan aplikasi itu, Eki meyakini dapat memutus rantai Pungutan Liar (Pungli) Pencaker.

BACA :  Jabat Kodim 0601 Pandeglang, Letkol Kav Dedi Setiadi 'Pepet' Polri Bantu Pengamanan Pilkada

Eki menilai, selama ini belum ada tindakan konkret untuk menyikapi oknum-oknum tersebut yang selalu menjadi keluhan bagi masyarakat lokal.

“Berbicaranya kalau kita (masyarakat, red) mau kerja ke industri harus ada uang Rp 5 juta dulu pak, kalau mau masuk harus Rp 10 juga dulu pak, bahkan ada yang Rp 25 juta. Nah kita ingin memangkas hal ini dengan menggunakan aplikasi,” kata Eki kepada wartawan.

Janji Eki dilontarkan saat dia melakukan belusukan kampanye Pilkada 2020, di salah satu Desa di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Bahkan anak mantan Bupati Serang dua periode Ahmad Taufik Nuriman (ATN) itu akan merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan tenaga kerja lokal, yang didalamnya wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal sebanyak 60 persen.

BACA :  Ratusan Anggota Polresta Tangerang Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

“Masalah perlindungan tenaga kerja lokal juga sampai hari ini belum ada. Saya belum pernah melihat ada perlindungan tenaga kerja lokal,” tandasnya.

Bagi Pencaker, niat Eki ingin memberantas Pungli yang dilakukan calo Pencaker dan membuat Perda perlindungan tenaga kerja lokal menjadi angin segar. Karena selama ini para Pencaker merasa kesulitan dalam mencari kerja, ditambah harus bayar dulu.

“Soal calo Pencaker memang bukan rahasia umum, pasti ada saja calonya. Jelas memberatkan dong kalau pakai calo, mudah-mudahan kedepan tidak ada calo Pencaker,” pungkas Maulana, warga Cikeusal, Kabupaten Serang.

Editor : Engkos Kosasih



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler