Connect with us

Advertorial

Lima Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren

Published

on

Foto ilustrasi: Santri Pondok pesantren modern Gontor, Jawa Timur saat menjalani tes pemeriksaan kesehatan di Stadion MY, Kota Serang. (Istimewa)

Jakarta – Pondok Pesantren rentan terpapar Covid-19 lantaran berinteraksi dalam lingkungan yang terbatas. Namun, dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat, pondok pesantren bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.

Seperti yang dilakukan pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si dalam menekan penyebaran Covid-19.

Dalam talkshow “Sosialisasi Iman, Aman, dan Imun Hadapi Covid-19” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat siang, 16 Oktober 2020, seperti dikutip BantenHits.com dari laman covid19.go.id, Kyai Sofwan menyebutkan lima langkah memutus mata rantai Covid-19 di Pondok Pesantren Darunnajah. 

BACA :  Relawan Purwakarta Pasang Target 70 Persen untuk Kemenangan Ratu Ati di Pilkada Cilegon

Pertama, menerapkan satu pintu atau “one gate system” guna membatasi lalu lintas orang yang masuk. Penerapan ini membuat interaksi santri dengan masyarakat menjadi mudah terpantau.

Kedua, wajib pakai masker selama di lingkungan pondok pesantren, bagi santri, guru, dan pengelola dan memberikan denda Rp 250.000 bagi pelanggarnya.    

Ketiga, mewajibkan guru dari luar yang mengajar tinggal di pondok pesantren atau memilih mengajar melalui daring agar tidak menularkan pada santrinya.

Keempat, membatasi kunjungan orangtua santri selama masa pandemi, yakni 80 orang per minggu. Orangtua santri pun perlu melakukan pendaftaran online sebelumnya.

Kelima, bagi santri yang akan datang ke pondok pesantren harus melalui empat tahap, misalnya rapid test. Kemudian setelah hasilnya negatif santri diwajibkan menjalani isolasi mandiri sebelum bergabung dengan santri lainnya.

BACA :  Ratu Tatu Pimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Tegaskan Penerapan Isolasi Mandiri

“Saat berkunjung wali santri juga diberikan jarak dua meter saat bertemu santri dan tidak boleh bersentuhan badan,” ungkap Kyai Sofwan. (Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler