Connect with us

Advertorial

Tangkal Penyebaran Covid-19, Angkot sampai Orang yang Lalu Lalang di Terminal Mandala Lebak Disterilisasi

Published

on

Cegah penyebaran Covid-19, angkot dan orang yang masuk Terminal Mandala disterilisasi. (BantenHits.com/ Fariz Abdullah)

Lebak – Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lebak semakin ditingkatkan, menyusul meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Lebak.

Wilayah yang dipimpin Iti Octavia Jayabaya ini telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 1 Oktober 2020.

Tak hanya sekadar PSBB, pengetatan dilakukan oleh Satgas Covid-19 agar penularan Covid-19 di Kabupaten Lebak dicegah.

Pengetatan kali ini dilakukan di Tipe A (TTA) Kabupaten Lebak atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Terminal Mandala yang merupakan terminal utama di Bumi Multatuli.

Orang yang mau masuk Terminal Mandala harus lewati bilik disinfektan. (BantenHits.com/ Fariz Abdullah)

Petugas menyiapkan bilik disinfektan untuk mensterilisasi angkutan perkotaan dan perdesaan yang keluar masuk area terminal. Bahkan, Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) juga dilarang untuk memasuki kawasan.

BACA :  Bukan Hanya Corona, Warga Lebak Harus Mewaspadai Ini saat Peralihan Musim

“Arahan BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten untuk menyiapkan bilik disinfektan. Dari pagi sampai sore hari,” kata Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) TTA Lebak, Muksin, kepada awak media, Sabtu, 17 Oktober 2020.

“Semoga disinfektan membuat kendaraan bisa steril dan memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa transportasi,”tambahnya.

Terkait dengan kebijakan karangan masuk bagi bus antar kota antar provinsi (AKAP) ke dalam kawasan termjnal. Muksin menuturkan, kebijakan tersebut masih berlaku hingga kemudian dibuka kembali jika kasus positif Covid-19 mengalami penurunan.

“Situasional saja. Kalau sudah (Kasusnya) turun kami buka,” imbuhnya. (Advertorial)



Terpopuler