Connect with us

Berita Terbaru

Pejabat Eselon III dan IV Dilantik ‘Diam-diam’, DPRD Kabupaten Tangerang Khawatir Ada Praktik Transaksional

Published

on

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar (kiri) berfoto bersama Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail (kanan) seusai rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang merombak sejumlah pejabat setingkat administrator, pengawas dan pejabat fungsional di lingkup pemerintah daerah, Rabu 21 Oktober 2020.

Namun, perombakan tersebut terkesan dadakan dan tak transparan karena tidak dilakukan secara terbuka.

Informasi yang diperoleh BantenHits.com, surat pemberitahuan pelantikan dan sumpah jabatan pun baru diterima para pejabat yang menerima mutasi, Selasa, 20 Oktober 2020 tengah malam.

Dimintai tanggapannya, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail turut membenarkan proses mutasi pejabat terkesan digelar secara mendadak. Bahkan, ia mengaku banyak mendapat keluhan dari para pejabat yang terkena mutasi tersebut.

BACA :  GNPF-MUI Banten Tak Puas Ahok Divonis 2 Tahun Penjara

“Iyah, dari dulu tidak pernah ada perbaikan untuk mekanisme mutasi ini. Selalu terkesan umpet-umpetan kayak main kucing-kucingan,” kata Kholid kepada wartawan, Rabu 21 Oktober 2020.

Kholid juga mengatakan, hingga proses pelantikan digelar, DPRD Kabupaten Tangerang tidak pernah mendapat tembusan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya (BKPSMD) Kabupaten Tangerang terkait proses rotasi dan mutasi pejabat tersebut.

“Selama ini enggak pernah ada tembusan, yang dulu-dulu juga enggak pernah. Kita tahunya mereka ini sudah dilantik, mungkin karena menganggap DPRD itu tidak ada, yah” ujar Kholid.

Kholid pun menyebut jika proses perombakan ASN ini tergolong praktek maladministrasi. Sebab, politisi PDI Perjuangan itu khawatir nantinya malah terjadi sebuah transaksi untuk mengamankan jabatan tertentu dalam proses mutasi tersebut.

BACA :  Koleksi Foto RM Famili Sakato, dari Airin tanpa Jilbab sampai Berjilbab

“Tentu, kami khawatir ini jangan-jangan ada upaya transaksional. Harusnya kan kalau mau fair, BKPSDM bisa memilih pejabat-pejabatnya yang kompeten sesuai di bidangnya masing-masing,” tuturnya.

Apalagi, menghadapi tantangan pandemi Covid-19, Kholid mewanti-wanti agar pejabat yang dirotasi tersebut nantinya malah menghambat kinerja Pemkab Tangerang. Pihaknya pun berencana memanggil Kepala BKPSDM Hendar Herawan untuk meminta klarifikasi.

“Nanti kami agendakan pemanggilannya. Yang jelas, kami dari DPRD Kabupaten Tangerang menyayangkan proses mutasi kali ini dilakukan secara tidak transparan,” ucapnya.

Saat hendak dikonfirmasi ke kantornya, Kepala BKPSDM Hendar Herawan memilih bungkam. Bahkan, hanya untuk menyebutkan berapa jumlah pejabat yang mengalami perombakan, pejabat eselon II ini memilih pergi meninggalkan wartawan dan buru-buru masuk ke mobil pribadinya.

BACA :  Milad ke 23, KPJ Rangkasbitung Kompak Cat Ulang dan Bangun Perpustakaan di Madrasah Al-Hidayah Lebak

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler