Connect with us

Berita Utama

Bupati Tangerang Mulai Was-was Kemunculan Klaster Baru, Delapan Peserta Demo UU Ciptakerja Positif Covid-19

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Ribuan aliansi serikat buruh saat memblokir akses jalan Cikupa-Bitung, Kabupaten Tangerang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka, gagal ke Jakarta setelah dihadang polisi dan melumpuhkan akses tersebut hingga lima jam. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sedang mewaspadai munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 saat demo UU Omnibus Law Ciptakerja di wilayahnya. Hal itu, menyusul ditemukannya 8 orang yang dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti aksi unjuk rasa pada 6-8 Oktober 2020.

“Saya tidak mau menyebutkan siapa kedelapan orang itu. Artinya, delapan orang yang positif itu berpotensi menularkan kepada rekan-rekannya yang lain yang ikut serta demonstrasi pada tiga hari tersebut,” kata Zaki, Kamis 22 Oktober 2020.

BACA :  Pahitnya Kehidupan Pengusaha Pakaian di Jakarta usai Dihantam Covid-19, Banting Stir Jadi Manusia Silver

Politisi Partai Golkar, ini menyebut delapan orang itu berhasil ditracking setelah Satgas Covid-19 rutin mengadakan rapid tes saat demo buruh berlangsung. Zaki mengatakan, pihaknya sedang mewaspadai munculnya klaster baru mengingat Kabupaten Tangerang baru saja keluar dari status zona merah Covid-19.

“Oktober ini kita sudah berhasil temukan kasus-kasus baru, bahwa demontrasi yang dilakukan tanggal 6 sampai tanggal 8 Oktober lalu sudah ditemukan ada klaster-klaster demonstrasi tersebut,” ujarnya.

Untuk mewaspadainya, Pemkab Tangerang kata Zaki, terus melakukan trashing berdasarkan aktivitas delapan orang yang positif tersebut. Termasuk, melakukan swab tes kepada keluarga dari buruh yang ikut demo waktu itu.

“Kemana saja mereka tanggal 6,7 dan 8 Oktober itu, termasuk keluarganya, ini pelacakan yang terus kita lakukan. Satu minggu ke depan saya tidak berharap, tapi kondisi peningkatan paparan Covid-19 dari klaster demonstrasi kemungkinan akan kita temui,” tuturnya.

BACA :  Cegah Kerumunan Massa saat Malam Pergantian Tahun, Irna Tutup Alun-alun Pandeglang dan Larang Warga Konvoi

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler