Connect with us

Berita Terbaru

Misteri Suara Geberan Motor Sesaat Bayi Dalam Kardus Hebohkan Warga Sukamulya Tangerang

Published

on

Bayi perempuan diduga dibuang orang tuanya di dalam kardus dekat TPU Kaliasin, Sukamulya, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang- Warga Kampung/Desa Kaliasin RT 05/05, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, dibuat heboh dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang disimpan dalam kardus kemasan air mineral.

Hingga kini, teka-teki siapa orang tua yang tega membuang bayi malang tersebut masih belum terungkap. Warga sekitar, hanya menemukan buntelan sarung bercorak batik warna putih hitam yang ditinggalkan bersama bayi di dalam kardus di depan sebuah gubuk yang tak jauh dari tempat pemakaman umum (TPU).

Tatang, warga sekitar, bercerita kepada Bantenhits.com bahwa bayi itu pertama kali ditemukan masih utuh dengan kondisi ari-ari yang masih menempel di pusar. Bahkan, bercak darah yang diyakini sisa dari persalinan, juga masih terlihat saat bayi itu dibawa ke klinik bidan terdekat.

BACA :  Kepindahan Zaenudin bikin Program BPMKB tak Berjalan

“Bayinya pas pertama kali ditemukan Alhamdulillah masih selamat. Ari-arinya juga masih nempel, waktu itu kita mikirnya yang penting anak ini bisa dapat perawatan dulu takut ada apa-apa,” katanya, Kamis 22 Oktober 2020.

Namun demikian, Tatang sempat curiga lantaran setelah melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya, ia mendengar suara salah satu sepeda motor saat itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah TPU.

Padahal kata dia, meski jalanan di lingkungannya sering digunakan warga untuk berangkat bekerja dan pergi ke pasar terdekat, namun ia tidak pernah mendengar ada suara motor digeber dengan kencang hingga saat ini.

“Jalan di sini kan walaupun udah dibeton, tapi banyak polisi tidurnya. Pikir saya kan enggak mungkin orang yang berangkat kerja sama yang pergi ke pasar buru-buru kaya gitu, pasti pelan-pelan lah,” ujarnya.

BACA :  Dugaan Penggelembungan Suara, Pilkades di Narimbang Mulia Lebak Minta Diulang

Apalagi, jalan yang menghubungkan ke arah Desa Benda dan Pasar Ceplak, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, ini tidak sepenuhnya memiliki jalur yang lurus. Jalan dengan lebar tak lebih dari 3 meter, itu memiliki banyak tikungan dan melintasi daerah pesawahan.

“Makanya saya heran, ini kok ada motor kenceng amat. Mungkin pagi-pagi ada yang berangkat kerja atau ke pasar, tapi kok perasaan ini mah beda suaranya kayak yang buru-buru gitu,” tutur Tatang.

Untuk menghilangkan kecurigaannya, Tatang kemudian kembali ke rumah dan bersiap untuk berangkat kerja. Namun sebelum menyelesaikan aktivitasnya, Tatang kaget lantaran mendapat informasi dari keponakannya, Samsudin, bahwa ada penemuan bayi di dalam kardus yang diletakan di depan gubuk dekat tempat pemakaman.

BACA :  Sindir Kinerja Dinas Komunikasi, Irna: Harus Mau Capek!

Penemuan bayi ini kemudian menggegerkan warga di Kampung/Desa Kaliasin. Warga yang berdatangan, kemudian membantu Samsudin untuk membawa bayi tersebut ke klinik bidan setempat agar bisa segera mendapat pertolongan.

“Saya jadinya curiga, suara motor yang kenceng itu orang yang ninggalin bayinya di sana. Karena waktunya juga enggak lama, pas saya beres solat, jam setengah 7 itu ponakan ngasih tahu katanya ada bayi masih hidup,” ucap Tatang.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Balaraja AKP Teguh Kuslantoro belum bisa memastikan siapa orang tua bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang di Kampung/Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya.

Ia mengaku, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari warga sekitar terkait penemuan bayi tersebut.

“Masih kita selidiki, mas. Kalau untuk penemuan bayi, ya benar dan kondisinya selamat,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler