Connect with us

Advertorial

Strategi Menhub Antisipasi Kasus Covid-19 saat Libur Panjang 28 Oktober – 1 November 2020

Published

on

Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) telah menyiapkan langkah antisipasi mencegah lonjakan Covid-19 saat libur panjang 28 Oktober – 1 November 2020.(Foto: covid19.go.id)

Jakarta – Libur panjang plus cuti bersama pada 27 Oktober hingga 1 November 2020 ini, diprediksi bakal terjadi peningkatan penumpang 10 – 20 persen.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi dalam talkshow “Potensi Penyebaran Covid-19 Ketika Libur Panjang” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Rabu malam, 21 Oktober 2020.

Menurut Budi, pihaknya telah mempersiapkan langkah antisipasi musim libur panjang agar tidak menimbulkan kenaikan jumlah kasus Covid-19, di antaranya meminta operator moda transportasi udara, darat, dan laut menambah jumlah keberangkatan serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

BACA :  Anis Puad Jabat Ketua SDC Kota Serang Periode 2020-2025

“Saya wanti-wanti agar menambah flight di udara kereta dan bus. Karena sekarang masih kapasitas 43% untuk kereta dan 30% pesawat, jadi mereka punya cadangan untuk menambah,” katanya.

Budi menjelaskan maskapai udara dan kereta api telah menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan dari Satgas Penanganan Covid-19 sehingga relatif cukup bisa dipertahankan dalam satu protkol kesehatan ketat. Namun, pihaknya juga mengantisipasi masyarakat yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi.

Budi menjelaskan dirinya menjalin komunikasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo dalam rapat terbatas kemarin agar penegakkan protokol kesehatan tidak sebatas di angkutan umum saja, melainkan di lokasi wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

BACA :  Angka Pengangguran Melonjak saat Pandemi Covid-19, Indeks Percaya RUU Ciptaker Jadi Terobosan

“Keterlibatan TNI dan Polri di tempat wisata, seperti Ancol dan Ragunan, memang harus dijaga. Tidak terbatas di angkutan saja. Besok atau lusa kami akan koordinasi kembali, tidak ada alasan untuk melanggar protokol kesehatan, itu panglima kita yang jarus dijaga,” ujarnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan masyarakat belajar dari pengalaman pada libur panjang sebelumnya yang memunculkan kenaikan kasus.

Ia membandingkan dengan libur panjang Lebaran Idul Fitri. Saat itu pemerintah dengan tegas mengajak seluruh komponen masyarakat menahan diri dan bersabar agar tidak pulang kampung. Terbukti hasilnya bisa menekan peningkatan kasus, meski ada sedikit penambahan.

Namun saat Lebaran Idul Adha terjadi pelonggaran dan upaya mengingatkan tak sekencang saat Lebaran Idul Fitri. Begitu juga saat libur Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020.

BACA :  Dua Pekan PSBB Lebak, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Terkumpul Rp28 Juta

“Karena pelonggaran itu terjadi peningkatan kasus,” ujar Doni Monardo.
 
Doni menegaskan upaya maksimal bersama masyarakat selama lebih dari tujuh bulan dalam menekan angka penyebaran virus corona sudah membuahkan hasil.

Ia mengungkapkan kasus aktif pada periode 20 September 2020 sampai 21 Oktober 2020 mengalami penurunan luar biasa dan berada di angka 6,79%. Hal yang sama juga terjadi pada angka kesembuhan mengalami peningkatan sangat signifikan dari 20 September 2020 yang 72,5% pada tanggal 20 Oktober 2020 mencapai 79,63%.
 
“Banyak misteri yang belum terungkap, teka-teki belum terjawab, namun semua harus mau belajar dari yang terjadi di masa sebelumnya,” jelas Doni Monardo yang sehari-hari adalah Ketua BNPB. (Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler