Connect with us

Berita Terbaru

Nggak Kapok Dipenjara 9 Bulan, Sahroni Tinggalkan Jualan Sayur Demi Curi Motor

Published

on

Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Ade Ary Syam saat menunjukan barang bukti tindakan pencurian sepeda motor pada press rilis di halaman Mapolresta Tangerang, Senin 26 Oktober 2020. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang – Penjara seolah tak membuat Sahroni jera. Warga Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, ini rupanya tergiur kembali untuk melaksanakan aksi pencurian sepeda motor di wilayah Kabupaten Tangerang, Senin 26 Oktober 2020.

Informasi yang diperoleh, Sahroni rupanya merupakan residivis yang pernah mendekam di Rutan Jambe atau Rutan Klas 1 Tangerang. Dia, waktu itu divonis kurungan penjara selama 9 bulan pada 2013 atas kasus pencurian sepeda motor.

Selepas keluar penjara, Sahroni mencoba mengadu nasib untuk merubah kehidupannya dengan cara berjualan sayuran di wilayah Jakarta Utara. Namun usaha itu tidak berlangsung lama, karena pada 2019 dia bertemu lagi dengan Derry Seventhin Kharisman dan merencenakan kembali aksi pencurian motor tersebut.

BACA :  Jalan Penghubung Tangerang-Jakarta Barat Putus Terendam Banjir

“Tersangka ini merupakan residivis yang pernah ditangkap pada tahun 2013. Setelah bebas, dia berdagang sayuran kemudian ketemu dengan kawannya lalu melaksanakan kembali aksi pencurian sepeda motor,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Ade Ary Syam saat ungkap kasus.

Belakangan, kawan Sahroni yaitu Derry, juga merupakan residivis yang pernah mendekam di Rutan Jambe selama 1 tahun 8 bulan atas kasus serupa. Selama beraksi dari 2019, mereka berdua rupanya harus terkena sial setelah polisi mengungkap kasus terakhir yang terjadi di wilayah Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

“Kedua tersangka yang kami amankan ini merupakan residivis. Sejak beraksi pada tahun 2019, dalam sehari sindikat ini bisa mengumpulkan rata-rata 5 unit sepeda motor curian,”ujar alumni Akpol yang pernah menjadi staf pribadi mantan Kapolri  Jenderal Timur Pradopo tersebut.

BACA :  Ini Pemicu Protes Petani di Pandeglang Saat Panen Raya

Ade menjelaskan, saat melancarkan aksinya, kawanan sindikat ini berjumlah 4 orang. Dua orang lagi, kata dia, saat ini masih buron dan sudah ditetapkan status sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Sementara berdasarkan keterangan tersangka, mereka melakukan aksinya baru di Kabupaten Tangerang. Kasus ini sendiri masih kami kembangkan karena dua orang kawanan mereka terus kita kejar keberadaannya,” tutur Ade.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler