Connect with us

Berita Terbaru

Alasan Pemprov Banten Kenapa Harus Ngutang Rp 4,9 Triliun

Published

on

Sekda Banten Al Muktabar menyatakan, skema utang Pemprov Banten senilai Rp 3,9 triliun dari PT SMI berbasis infrastruktur dan harus mendukung pemulihan ekonomi baik di Banten dan nasional. (Dok.BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Pemprov Banten jadi salah satu daerah yang mengajukan pinjaman untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pinjaman tersebut totalnya senilai Rp 4,9 triliun dengan komposisi Rp 856 miliar di tahun 2020 dan Rp 4,1 triliun di 2021.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, pinjaman ini merupakan program yang diawali dari pidato Presiden Joko Widodo di Bogor mengenai komposisi pinjaman daerah karena terdampak Covid-19 melalui BUMN untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi. Pemprov menindaklanjuti itu ke Kementerian Keuangan dan mendapat dukungan atas program tersebut. 

Komposisi pembiayaannya yang diajukan adalah Rp 856 miliar di 2020 dan Rp 4,1 triliun di 2021. Semua pelaksanaan skema pembiayaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dilakukan bersama PT SMI. Pemprov juga menurutnya menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendampingan agar program ini berjalan secara akuntabel dan transparan.

BACA :  Gak Usah Khawatir Blank Spot Gaes, Kini Negeri di Atas Awan Gunung Luhur Dilengkapi Tower BTS

Skema pembiayaan ini sendiri berbasis infrastruktur dan harus mendukung pemulihan ekonomi baik di Banten dan nasional. Programnya lanjut Al Muktabar selain infrastruktur adalah untuk kesehatan dan pendidikan sebagaimana visi misi Gubernur Banten yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Banten.

“Untuk ke fasilitas akses ke infrastruktur, kesehatan, pendidikan. agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang pada dasarnya itu semua dalam rangka wujud recovery (pemulihan ekonomi),” kata Muktabar, Minggu, 25 Oktober 2020.

Sekda menjelaskan bahwa program ke infrastruktur sendiri katanya penting untuk pemulihan ekonomi di Banten. Pembangunan jalan, jembatan jadi pendorong untuk distribusi arus ekonomi dan jasa.

“Bagaimana arus barang tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Dalam peningkatan SDM, tentu kita intervensi bidang pendidikan kemudian kesehatan,” ujarnya.

BACA :  Komisi V DPR Minta ASDP Tambah Dermaga Pelabuhan Merak

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler