Connect with us

Berita Utama

Ngutang Rp 4,9 T untuk Pemulihan Ekonomi Tapi Pemprov Banten Malah Bangun Sport Center, BST Covid-19 II dan III Terbengkalai

Published

on

Keluarga Mahasiswa Lebak atau Kumala menggelar aksi sebagai refleksi empat tahun kepemimpinan WH-Andika. Kumala menilai WH-Andika gagal. (BantenHits.com/ Tolib)

Serang – Keluarga Mahasiswa Lebak atau Kumala melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Syekh Moh. Nawawi Albantani, Perempatan Lampu Merah Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin 26 Oktober 2020.

Dalam aksi tersebut, Kumala menilai gagal duet kepemimpinan Wahidin Halim alias WH – Andika Hazrumy yang hampir empat tahun memimpin Banten.

Menurut Kumala, gagalnya kepemimpinan WH-Andika karena masih menyisakan persoalan mendasar, seperti tata kelola pemerintahan, insfraktuktur jalan, pendidikan, kesehatan, pengangguran, dan kemiskinan.

“Beberapa kondisi yang terjadi saat ini, tentu tidak lain dan tidak bukan (persoalan ini) hasil dari pada kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Banten, sehingga ini menjadi pengaruh besar terhadap masyarakat Banten,” kata Ketua Kumala Pw Serang Misbahudin dalam keterangan tertulis.

BACA :  Rizieq Batal Pulang, Simpatisan Tinggalkan Bandara Soekarno-Hatta

Misbahudin juga menilai, dalam situasi pandemi, Pemprov Banten belum mampu memaksimalkan kebutuhan masyarkat.

Misalnya soal pinjaman ke PT. SMI dengan nilai 4,9 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional, namun alokasinya lebih dominan untuk pembangunan sport center.

“WH-Andika malah membangun sport canter yang memakan anggaran paling besar dibandingkan dengan OPD yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Apakah itu adil di tengah pandemi Gubenur Banten malah membangun yang belum sesuai dengan kebutuhan dasar masyarakat?” tegasnya.

“Belum lagi anggaran-anggaran Covid-19 yang masuk ke Pemprov. Hal ini pun patut kita tanyakan, sebelum banyak masyarakat mengalami kelaparan,” sambungnya.

Sementara, Korlap Aksi, Usep Ridwan Allais memgatakan, situasi pendidikan di Banten yang perlu menjadi perhatian lebih.

BACA :  Gudang Daur Ulang Busa PT Rebon di Kawasan Industri Jatake Terbakar

“Sangatlah miris dari segi pembangunan fisik sekolah khususnya Kabupaten Lebak yang mengalami ketinggalan jauh secara kualitas dan fasilitas yang digunakan oleh para pelajar sangatlah sulit terutama di daerah pedalaman yang susah sinyal,” ujarnya.

Kumala mendesak agar Pemprov dapat berbenah dan menjalankan fungsinya sesuai dengan kehendak masyarakat luas. Mereka juga minta WH-Andika serius dalam memimpin Banten.

BST Covid-19 Terbengkalai

Sementara itu, dari Pandeglang dilaporkan, Bantuan Sosial Tunai atau BST Covid-19 Tahap II dan III yang dikucurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, belum jelas kapan dicairkan. Padahal, warga penerima manfaat sudah menanti pencairan BST untuk warga terdampak Covid-19 itu.

Sejauh ini, Pemprov Banten baru mencairkan BST tahap I pada Juli 2020. Lambannya pencairan BST ini membuat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pandeglang turun kejalan untuk memperjuangkan hak warga.

BACA :  DPRD Realistis Sikapi Pembentukan Tangerang Barat

Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Pandeglang. Dalam aksi yang juga untuk refleksi hari sumpah pemuda itu, mereka meminta Pjs Bupati Pandeglang, Gunawan Rusminto, untuk mendesak Pemprov Banten segera mencairkan BST Covid-19.

“Pjs Bupati harus mendesak Pemprov Banten, karena masih banyak masyarakat yang menerima BST Provinsi baru satu kali,” kata Korlap Aksi, Erik Setiawan, Selasa 27 Oktober 2020.

Belum ada penjelasan resmi dari Pemprov Banten terkait utang yang malah digunakan untuk bangun sport center, juga soal terbengkalainya BST Covid-19 tahap II dan III.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler