Connect with us

Berita Terbaru

KAMMI Serang: Jadilah Sekuler yang Bijak, Pak Emannuel Marcon!

Published

on

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Serang, Aldi Agus Setiawan (Dok. Pribadi)

Serang – Presiden Prancis, Emmanuel Macron dinilai telah menghina umat Islam dunia. Pernyataanya yang yang mengaitkan agama Islam sebagai teroris berbuntut panjang.

Ditambah, Macron juga tak melarang percetakan kartun Nabi Muhammad SAW. Lantaran pendiri partai La Republique en Marche (LREM) ini menganggap hal tersebut bagian dari kebebasan berekpresi.

Menanggapi hal itu, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Serang, Aldi Agus Setiawan menyesalkan ucapan Macron yang tidak bijaksana dalam menjunjung kebebasan berekspresi.

“Menjadi sekulerlah dengan bijak, Pak Macron. Jangan terkesan paradoks, dengan menarik ranah agama kedalam sekulermu itu. Kami hargai anda dan negara anda yang menjunjung kebebasan berekspresi, bukan kebablasan berekspresi,” kata Aldi kepada BantenHits, Minggu 1 November 2020.

BACA :  Wali Kota Airin Berharap Satpol PP Lebih Humanis

Aldi mengajak seluruh kader KAMMI dan masyarakat umum untuk memboikot produk dan semua kepentingan ekonomi Prancis, serta berupaya menggalakkan ekonomi Indonesia yang berdaulat melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Salah satu pilihan yang bisa kita ambil adalah dengan memboikot seluruh produk-produk yang berasal dari Perancis dan seluruh kepentingan ekonomi Perancis. Disisi lain, ini bisa menjadi momentum kita untuk berdikari secara ekonomi. Kita galakkan UMKM dalam negeri,” terangnya.

Sementara Ketua Departemen Kajian Strategis dan Literasi KAMMI Serang, Imaduddin menilai ada yang salah dengan pikiran dan akal Emannuel Macron dalam memaknai kebebasan berekspresi.

Seharusnya lanjut, Imadudin Macron dapat memperhatikan norma-norma yang ada dalam masyarakat, terkhusus norma agama. Dimana negara Prancis sendiri adalah negera dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa dengan jumlah 7 juta jiwa.

BACA :  Salut! Anggota Pramuka di Kab. Tangerang Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19

“Ini adalah bentuk Islamophobia yang digaungkan Macron dan ini akan melahirkan kekacauan bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia apabila Macron tidak segera meminta maaf,” pungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler