Connect with us

Berita Terbaru

Soal Lahan Hibah di Desa Keramat Jati Kragilan, Kadis DPMD Serang Angkat Bicara

Published

on

Kantor Desa Keramat Jati Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang yang diduga bermasalah status lahan hibahnya. (BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto angkat bicara soal status lahan hibah untuk Kantor Desa Keramat Jati, Kecamatan Kragilan yang dipersoalkan warganya.

Menurut Rudy, secara administrasi salah. Sebab, Pemerintah Desa tersebut menggunakan lahan orang lain yang statusnya belum jelas hak kepemilikannya, untuk mendirikan bangunan Kantor Desa.

“Sebenarnya, harusnya sebelum dibangun Kantor Desa, lahannya sudah diselesaikan. Agar tidak terjadi masalah dikemudian hari,” kata Rudi, Rabu, 4 November 2020.

Kendati demikian, pria itu merekomendasikan, ketika tidak menemukan titik penyelesaian, agar menyelesaikan di pengadilan. Kendati demikian Rudy juga mengklaim, jika belum ada putusan dari pengadilan maka tanah bangunan itu milik Kantor Desa.

“Saat ini hanya tinggal menguji kekuatan administrasi atas hak dari tanah itu. Ketika masyarakat yang lebih kuat. Maka pihak Pemerintah Desa harus dikembalikan atau ganti rugi. Diselesaikan dulu,” ujarnya.

BACA :  Kisah Sedih Ibu di Carenang Serang; Sejak Pandemi Covid-19 Tak Lagi Dikirimi Uang oleh Anaknya, Makan Pun Bergantung Tetangga

Sebelumnya, persoalan itu bermula saat ada salah seorang warga Desa Keramat Jati adalah Nuksani, juga tim sukses dari Kepala Desa yang saat ini menjabat. Ia mempersoalkan lahan tersebut.

Pria yang biasa disapa abah Nuk ini menjelaskan, dulu memang Kepala Desa (Kades) yang saat ini menjabat yakni Abudin, menanyakan dokumen akta jual beli (AJB) itu, kemudian ia meminta dokumen foto kopinya. Namun dikarenakan tidak ada, akhirnya diberikan dokumen yang asli.

Lebih lanjut, ia mengatakan, tanah yang saat ini sedang melalui proses balik nama itu, tidak pernah diberikan apalagi dihibahkan.

“Saya merasa kesal, dia (Kades) awalnya memang hanya menanyakan dokumen tanah. Karena tidak ada foto kopinya, akhirnya saya kasihkan yang aslinya. Namun sampai saat ini, tidak kunjung dibalikan kembali. Malah dibangun Kantor Desa di tanah itu,” katanya saat ditemui di salah satu cafe, di Kabupaten Serang, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Abah Nuk mengaku, awalnya dia tidak menyangka tanah seluas 636 meter persegi itu, akan dijadikan lahan untuk dibangun Kantor Desa. Sebab, dia merasa percaya dan sudah menganggap Kades itu anak angkatnya. Bahkan abah Nuk mengaku, ketika masa pencalonan. Dirinya rela merogoh uang pribadinya demi kesuksesan sang Kades.

BACA :  266 Bidan PTT dan Penyuluh Pertanian Diangkat Jadi PNS

Lebih lanjut, Abah Nuk bercerita, ketika dirinya menanyakan keberadaan dokumen tanahnya itu, Kades Keramat Jati selalu berkelit. Ketika ditemui di rumahnya saja, dia (Kades) mengatakan bahwa ada di kecamatan, dan akan diambil. Namun sampai saat ini, tangannya tak pernah menerima pengembalian dokumen itu.

“Saya pernah samperin Kades itu di Kantornya, namun karena ini persoalan pribadi, akhirnya saya meminta ngobrol di rumahnya. Dia malah bilang dokumen itu ada di Kecamatan. Menurut saya ini aneh, buat apa ada dikecamatan. Akhirnya saya meminta untuk segera dikembalikan. Tapi tak kunjung ada,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Keramat Jati, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Abudin membantah, bahwa pembangunan kantor desa yang dibangun di atas tanah hibah dari salah satu tim suksesnya pada masa pencalonan yakni disebut-sebut Nuksani.

BACA :  Giliran Ruangan Legislator asal Lebak Banten yang Ditembus Peluru

Ia menerangkan, pembangunan gedung yang berdiri di atas seluas tanah 636 persegi itu dengan menggunakan dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) atau silpa tahun 2019 yaitu sebesar Rp 199.726.000 agar memiliki tempat parkir yang luas di tempat Abudin bekerja.

“Di situ saya ditunjukkan titiknya untuk pembangunan kantor baru, terus karena tanah itu bukan milik dia (Nuksani) dalam keterangannya tapi milik Hardiyanto (pengembang). Saya minta izin sama bos (Hardiyanto) dan disetujui,” kata Abudin saat ditemui di kediamannya, Minggu, 25 Oktober 2020.

Abudin mengakui, dalam penggunaan tanah hibah yang berlokasi di Kampung Cigatel itu memang belum terjadi penandatanganan antara pemberi dan penerima hibah, sebab terhambat pandemi Covid-19. Namun ia mengklaim bahwa status tanah tersebut sudah dihibahkan untuk bangunan Kantor Desa Keramat Jati.

Diketahui, dari buntut dugaan kasus lahan tersebut saat ini Nuksani sudah melakukan laporan informasi (LI) ke Mapolres Serang, dan tengah menunggu proses yang dilakukan pihak kepolisian.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler