Connect with us

Advertorial

DLH: Kebutuhan Pohon Mangrove di Kabupaten Serang Sudah Terpenuhi

Published

on

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya saat meninjau program padat karya penanaman mangrove (PKPM) di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Sabtu, 7 November 2020.(Istimewa)

Serang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menyebut kebutuhan pohon mangrove di sekitaran bibir pantai di wilayah Kabupaten Serang sudah terpenuhi.

Kepala DLH Kabupaten Serang, Sri Budi Prihasto  menuturkan, kebutuhan pohon mangrove di sekitaran bibir pantai Kabupaten Serang sudah terbilang mencukupi. Sehingga saat ini, pihaknya hanya terfokus kepada restorasi dibandingkan reboisasi.

“Untuk di Kabupaten Serang sendiri itu ada sekitar 90 hektare (lahan mangrove), jadi saat ini kita hanya ada sebatas restorasi aja,” kata Sri kepada wartawan usai mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Sabtu, 7 November 2020.

BACA :  Pemprov Banten Usulkan 250 CPNS pada 2020, Hampir Seluruhnya Guru

Sri juga mengaku, jika saat ini pihaknya belum merencanakan program penanaman mangrove untuk wilayah Kabupaten Serang. Akan tetapi sudah ada beberapa perusahan yang mengajukan kerja sama di tahun 2020 untuk peningkatan lingkungan hidup di wilayahnya itu.

“Kalau tahun sekarang, ada beberapa perusahaan yang menanam. Masing-masing ada 2 ribu pohon,” ujarnya.

Diketahui, perusahaan yang sudah menanam di tahun ini diantaranya, PT Lestari Banten Energi di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, dan  PT PLN (Persero) di Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengungkapkan, pemerintah pusat kembali menargetkan penanaman lahan mangrove yang luasannya mencapai 600 ribu hektare (Ha) dalam empat tahun ke depan. Namun target penanaman 63 ribu hektare di tahun 2020 hanya mampu terealisasi sekitar 15 ribu hektare.

BACA :  Gawat! 29 Jiwa di Desa Cimanis Pandeglang Terusir dari Rumahnya Gara-gara Lahan Diklaim Milik Warga Jakarta

“Ini perintah Presiden kepada saya, memang sebenarnya sejak bulan September itu 15 ribu hektare, tapi setelah dicek ke lapangan itu bisa 16 ribu hektare. Dan direncanakan 600ribu hektare itu sekarang baru 15 ribu hektare. Semula ditahun ini akan 63 ribu hektare, tapi dicoba dulu 15 ribu hektare seperti apa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dipilihnya penanaman mangrove sebagai program pemerintah, dikarenakan pohon tersebut dapat menyimpang dan menyerap karbon di udara hingga 30 kali lipat lebih baik dibandingkan pohon-pohon lainya. Selain itu sudah menjadi tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengurangi emisi karbon yang kondisinya kini cukup memprihatinkan.

“Jadi mangrove ini sebetulnya pohon yang sangat bagus untuk memelihara udara di kita tetap bersih. Mangrove menyimpan dan menyerap karbon di udara itu 30 kali lipat dibanding hutan,” pungkasnya.(Advertorial)

BACA :  Sampai H-2 Lebaran Belum Terbit Aturan Larangan Ziarah Kubur di Banten, Zaki Sarankan Ini

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler