Connect with us

Berita Utama

Cerita Ikan Tangkapan Mendadak Melimpah, sebelum Dua Nelayan Teluk Naga Tewas dan Satu Lainnya Hilang Disapu Gelombang

Published

on

Kondisi perahu nelayan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang setelah disapu gelombang di tengah laut. Peristiwa itu menewaskan dua orang, sementara satu nelayan lainnya hingga kini belum ditemukan.(BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang – Nasib nahas menimpa tiga orang nelayan di Perairan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Perahu yang mereka tumpangi, harus terbalik saat menangkap ikan, Kamis, 12 November 2020 dini hari.

Informasi yang dihimpun, ketiga orang tersebut yakni Tarman (60), Masjuk (70) dan Didin (33). Mereka diketahui merupakan nelayan yang tinggal di wilayah Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang.

Ironisnya, dua dari ketiga nelayan tersebut yakni Tarman dan Masjuk, ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa pada pukul 07.00 WIB. Diduga kuat, keduanya tersangkut jaring saat perahu yang mereka tumpangi terbalik di tengah laut.

BACA :  6.000 Guru Honorer di Kota Tangerang Dapat BPJS Ketenagakerjaan

“Betul, sementara ini kami baru menemukan dua orang nelayan yang sudah dalam kondisi meninggal. Salah satunya ditemukan dengan posisi mengambang dan berjauhan dari korban satunya lagi,” kata Kapolsek Teluknaga Polres Metro Tangerang Kota AKP Dodi Abdul Rohim kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara, korban lainnya yaitu Didin masih belum ditemukan. Petugas pun terus melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan nelayan yang diketahui berangkat ke tengah laut untuk menangkap ikan sejak Rabu, 11 November 2020 pukul 20.00 WIB.

“Korban satunya masih kami cari bersama warga ke tengah laut. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda apakah korban ini selamat ataupun meninggal karena jasadnya juga belum kami temukan,” ujar Dodi.

Petugas sedang melakukan penyisiran 3 orang nelayan yang tenggelam saat menangkap ikan di perairan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Berobat ke puskesmas

BACA :  Tutup MTQ XIII Banten, Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Gerakan Magrib Mengaji

Ditemui terpisah, sepupu istri Tarman, Amanah, mengaku bahwa istri korban sempat melarang pria paruh baya tersebut untuk berangkat ke tengah laut. Bukan tanpa alasan, kata Amanah, saat itu sepupunya khawatir lantaran Tarman baru saja sembut setelah berobat ke puskesmas setempat.

“Semalem itu udah dibilang jangan nangkap ikan dulu, ngaur, soalnya kondisi dia masih lemes abis berobat siang. Tapi malah tetep maksain berangkat jam 8 malam,” katanya.

Perasaan was-was kemudian menyelimuti hati istri Tarman. Apalagi, saat pukul 23.00 WIB, tetangganya yang berangkat ke tengah laut sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Hingga akhirnya, istri Tarman meminta tetangganya untuk mencari sang suami yang masih belum pulang dari tengah laut. Bahkan, kata Amanah, sepupunya sampai tidak tidur lantaran sudah memiliki firasat buruk terhadap suaminya.

BACA :  1.000 Bibit Pohon Ditanam di TMP Aria Wangsakara

“Kemarin itu kan dia (Tarman) dapet ikan 7 kilo, mungkin mau berangkat lagi siapa tahu dapet lebih. Eh malah sampai jam 8 pagi, suami sepupu saya ketemu udah ngapung di laut,” ujar Amanah sambil sesegukan menahan air matanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler