Connect with us

Berita Terbaru

Ironi Pandemi Covid-19 di Kab. Tangerang; Lapangan Kerja Menyempit hingga Gelombang ‘Pelamar’ Meroket

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Panitia Job Fair PMAG saat mengumpulkan berkas lamaran dari para pelamar yang datang. Tak kurang sebanyak 2.000 lebih pelamar mencari kerja melalui event tersebut. (FOTO: Iyus Lesmana/Banten Hits)

Tangerang – Kabupaten Tangerang saat ini sedang dihadapkan situasi tsunami PHK yang terjadi akibat dampak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut, rupanya tidak dibekali dengan mempersiapkan calon angkatan kerja muda yang dibutuhkan oleh dunia industri.

Bagaimana tidak, berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tangerang, jumlah kelulusan sekolah menengah atas setiap tahunnya mencapai 57 ribu siswa. Mayoritas dari mereka, ternyata tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan memilih untuk langsung terjun bekerja ke beberapa pabrik.

BACA :  Bukan Hanya Jalan, Perjaka Gesit Kota Tangerang Juga Tangani Keluhan Drainase

“Sementara lapangan pekerjaan di Kabupaten Tangerang sekarang mulai menyempit lantaran dihantam pandemi saat ini,” kata Kepala Cabang Dinas (KCD) Disdikbud Tangerang Moch Bayuni saat ditemui wartawan, Rabu 11 November 2020.

Bayuni menyatakan, data tersebut tentu menjadi tantangan bagi seluruh siswa untuk bersaing dan berkompetisi di dunia industri, apalagi bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebab menurutnya, seyogyanya lulusan SMA atau sederajat diarahkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Apalagi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Kabupaten Tangerang menempati rangking pertama jumlah pengangguran terbuka se Provinsi Banten pada Agustus 2020. Hal ini, kata dia, tentu merupakan tantangan besar bagi para pelajar yang memilih terjun langsung ke dunia industri.

BACA :  Ketiga Kalinya Jembatan Ciujung Baru Rusak, Akses Jalan Bypass Soekarno-Hatta Ditutup Sepekan

“Tantangan ini harus dijawab generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri,’” ujar mantan Kasi Kepemudaan Disporabudpar Kabupaten Tangerang tersebut.

Meski demikian, ia tetap berpesan agar pelajar SMA di Kabupaten Tangerang bisa belajar dengan giat meskipun sistem pendidikan saat ini masih berlangsung secara daring.

“Saya harap akan lahir pelajar-pelajar berprestasi asal Kabupaten Tangerang ini. Ketahuilah bahwa kemiskinan, keterpurukan bisa diatasi dengan satu solusi yakni pendidikan,” tuturnya.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler