Connect with us

Advertorial

Relawan Sudah Banyak Berkorban, Please! Tokoh Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan Dong

Published

on

Petugas Satpol PP Kabupaten Serang memasangkan masker kepada pedagang Pasar Kragilan. Satpol PP gencar melakukan sweeping untuk menggalakkan protokol kesehatan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. (BantenHits.com)

Jakarta – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membawa dampak yang begitu dahsyat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah kerap kali mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu Mencuci Tangan Dengan Sabun, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Aman Minimal 1 Meter.

Namun, masih banyak ditemukan anggota masyarakat yang tidak mengindahkan dan menganggap protokol kesehatan sebagai sesuatu yang sepele terutama dalam penggunaan masker dan berkumpul.

Melihat kenyataan ini, Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, seperti dikutip BantenHits.com dari laman covid19.go.id, kembali mengingatkan masyarakat Indonesia, terutama bagi para tokoh masyarakat, untuk menjadi panutan dalam menerapkan protokol kesehatan 3M dalam berkegiatan sebagai wujud adaptasi kebiasaan baru di era pandemi COVID-19.

BACA :  Istimewanya Pilkada Tangsel sampai Prabowo Subianto Umumkan Langsung Jagoannya

Andre Rahadian selaku Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyampaikan, agar Indonesia terlindung dan bebas dari COVID-19, diperlukan kolaborasi total dari seluruh lapisan masyarakat untuk saling bahu membahu dengan saling menegur dan menjaga orang terdekat dalam hal penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya, para tokoh masyarakat memegang peran penting dalam mengajak dan menjaga masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

“Para tokoh masyarakat ini adalah ujung tombak, kedisiplinan serta kepatuhan mereka dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi suatu contoh panutan bagi para pengikutnya, jangan malah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan protokol dan membahayakan masyarakat,” kata Andre.

“Kita tidak boleh lengah, virus COVID-19 masih berada di sekeliling kita hingga waktu yang belum dapat ditentukan,” sambungnya.

BACA :  KPU Kabupaten Pandeglang Buka Seleksi Anggota PPS, Ini Waktu Tahapan dan Persyaratan

Andre menjelaskan, elemen yang paling penting dalam mewujudkan adaptasi kebiasaan baru ini adalah masyarakat. Bagaimana mereka dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama bagi mereka yang berada di kelompok rentan terdampak.

Kedisiplinan di era pandemi ini adalah sebuah gerakan “pre-vaksin” yang bisa berjalan dengan sukses jika didukung oleh kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak.

“Satgas terutama Bidang Koordinasi Relawan mengingatkan bahwa puluhan bahkan ratusan ribu relawan sudah bekerja mengedukasi, mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perubahan perilaku sebagai satu-satunya jalan menghindari penularan COVID-19,” jelasnya.

Andre mewanti-wanti, jangan sampai usaha selama delapan bulan ini, dengan banyak pengorbanan, hilang karena tokoh masyarakat yang abai.

BACA :  Muncul Foto Ketua Gerindra Banten di Pendopo Pandeglang saat Partai Besutan Prabowo Tengah Kencang Menolak Pinangan Petahana

“Tolong pikirkan nasib masyarakat yang bisa tertular, terutama kelompok rentan. Dengan adanya kolaborasi dari tokoh masyarakat untuk memberikan contoh penerapan protokol kesehatan, serta ditambah dengan bantuan dari pemangku kebijakan, para pelaku industri serta seluruh anggota masyarakat dapat membantu Pemerintah dalam menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia,” ungkapnya.

“Tetap semangat, jangan pernah lengah dan lelah dalam menerapkan protokol kesehatan.Kita semua dalam misi negara; saling tegur dan jaga orang terdekat kita dari bahaya COVID-19. Kesuksesan Indonesia bebas COVID-19 dimulai dari diri kita masing-masing, apalagi peran para tokoh masyarakat,” tutup Andre. (Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler