Connect with us

Berita Utama

Gak Jauh-jauh Amat dari Istana Negara, Warga  Desa di Banten Ini Sulit Dapatkan Fasilitas Kesehatan

Published

on

Lokasi Pelabuhan Pulau Tunda menuju kawasan permukiman warga. Warga di desa tersebut mengeluhkan sulitnya mendapat fasilitas kesehatan. (BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Warga Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mengeluhkan sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan. Apalagi saat kondisi darurat yang merenggut nyawa manusia. Karena itu, mereka mengaku sangat membutuhkan ambulans Kapal Motor Penumpang (KMP) cepat.

Informasi yang dihimpun wartawan BantenHits.com, jarak tempuh dari pulau kecil itu menuju pelabuhan Karangantu membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih. Sehingga, ketika ada warga yang sakit atau kecelakaan kerap kali tidak terselamatkan.

Siful Aman, seorang warga Pulau Tunda mengeluhkan sulitnya masyarakat mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik. Meski begitu, pihaknya menginginkan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk masyarakat, khususnya yang ada di pulau terpencil.

BACA :  Banyak Warga Perbatasan Banten Berobat ke Jawa Barat, Politisi PKS Dorong Pemprov Realisasikan RSUD Cilograng

“Kami masyarakat Pulau Tunda sangat membutuhkan ambulans kapal (KMP) cepat,” keluhnya kepada wartawan, Rabu, 18 November 2020.

Sementara Staf Desa Wargasara, Firman Kiki membenarkan, saat ini jika ada yang sakit urgent (parah) paling memakai kapal sewa dari masyarakat sekitar. Hanya saja kondisional, apalagi masyarakat yang tidak memiliki kapal, artinya mereka hanya berpasrah pada takdir.

Pertanyaannya, kata Apu sapaan akrab Firman Kiki, kenapa kalau ada yang sakitnya urgnet dan kecenderungan meninggal? Karena penanganan untuk pengobatan sangat jauh jarak tempuhnya menuju rumah sakit umum daerah (RSUD).

“Kalau memang itu sangat penting, ya sangat penting sekali. Karena prinsipnya bagi kami adalah penolong yaitu ambulans laut yang mana kapal itu dipenuhi dengan segala peralatan medis, sehingga hal-hal yang sifatnya kematian (merenggut nyawa warga, red) bisa dikurangi,” ujarnya.

BACA :  Usia 189 Tahun, Lebak Berkomitmen Kejar Ketertinggalan

Apu menyebutkan, RSUD yang terdekat dari Pulau Tunda hanya di Kota Serang, dan ketika ada kejadian kecelakaan atau darurat hanya bisa berpasrah kepada Sang Maha Kuasa, dan lebih kecenderungan banyak yang meninggal.

Ia kembali menceritakan, dulu pernah ada yang kecelakaan dari motor dan bagian kepalanya memar kemudian meninggal dunia, itu salah satu contohnya dan masih banyak kejadian yang lainnya.

Lebih mirisnya lagi, lanjut Apu, waktu dulu juga pernah ada kejadian di mana salah satu warga yang hendak melahirkan, namun karena jarak tempuh yang jauh dan akhirnya meninggal akibat tidak tertolong.

“Kami pun menyadari karena kampung yang terisolir, jauh dari kota. Dan menuju ke arah kotanya juga kita harus menghabiskan waktu skeitar 2 jam ketika menggunakan kendaraan laut,” tuturnya.

BACA :  Tak Takut Corona, ABG di Serang Asik Judi Balapan Liar di Kawasan Puspemprov Banten hingga Terpaksa Ditindak Polres Serang Kota

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler