Connect with us

Berita Terbaru

Jelang Libur Nataru, TPID Kabupaten Serang Diminta Antisipasi Gejolak Harga

Published

on

Pelaksana Harian TPID Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri menekankan, TPID harus berperan aktif dan turut serta dalam mewujudkan sasaran inflasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.(BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Kabupaten Serang diminta untuk mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok di pasar-pasar guna menyetabilkan inflasi. Mengingat, dalam waktu dekat ini akan menghadapi hari besar nasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Pelaksana Harian TPID Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri menekankan, TPID harus berperan aktif dan turut serta dalam mewujudkan sasaran inflasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Karena inflasi yang rendah dan stabil mencerminkan stabilitas kondisi ekonomi makro.

BACA :  Banten KLB Corona, Pengunjung City Mall Cilegon Dites Suhu Tubuh

“Faktor ini sangat penting bagi terselenggaranya proses pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya kepada wartawan, Jumat, 20 November 2020.

“Saya harap pada momentum ini bisa meningkatkan koordinasi dan kerjasama, baik sesama anggota TPID maupun dengan instansi terkait,” sambungnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang ini juga menekankan kembali, bahwa pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Serang sekretariat ada pada Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Serang. Akan tetapi kegiatan yang berdampak pada inflasi ada pada dinas teknis terkait meliputi Dinas Koperindag, Dinas PUPR, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, dan Sub Divre Bulog Serang, sedangkan dinas pendukung Bappeda dan Diskominfo dan Satik.

BACA :  Pemkot Tangerang Genjot Sektor Infrastruktur; Optimalkan Perbaikan Jalan

“Kepada dinas terkait agar data kegiatan yang dilakukan untuk dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri pada Ditjen Bina Pembangunan Daerah di Jakarta.  laporan tersebut dilakukan per triwulan dan tahunan,”jelas Entus.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kabupaten Serang, M. Furqon Syafiudin menuturkan, TPID yang harus bergerak cepat dalam mengantisipasi agar tidak ada gejolak harga yang luar biasa agar tidak berdampak pada inflasi.

“Kita sifatnya mengendalikan gejolak harga yang luar biasa sedini mungkin, walaupun hukum pasar susah tapi minimal kita mengendalikan sekalipun ada kenaikan tapi masih logis tidak sampai 100 persen,” tuturnya.

Furqon menargetkan, TPID Kabupaten Serang bisa maksimal dalam mengantisipasi gejolak harga dengan menyetabilkan kebutuhan pokok masyarakat sembako terpenuhi. Antisipasinya, seperti yang akan dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan akan membagikan beras kepada masyarakat.

BACA :  Terpanggil untuk Demo UU Omnibus Law di Jakarta hingga Bela-belain Ngompreng, Puluhan Pelajar di Tangerang Diangkut Polisi

“Sedangkan untuk Diskoperindag dan Dinas Pertanian mengantisipasinya dengan menggelar operasi pasar. Kalau permintaan kebutuhan pokok banyak, stok kebutuhan juga banyak maka tidak akan ada kenaikan harga yang siginifikan. Itu target kita, sifatnya pengendalaian harga,” ujar Furqon.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler