Connect with us

Berita Terbaru

Lembaga Adat Sita dan Musnahkan Madu Palsu di Kawasan Wisata Baduy

Published

on

Jaro Saija saat menggelar konferensi pers pemusnahan madu palsu. (Istimewa)

Lebak- Peredaran madu palsu baduy di Indonesia membuat gerah para tetua adat baduy.

Bagaimana tidak, peredarannya yang berlangsung sejak lama ini telah membuat citra adat baduy rusak.

Hal tersebut tentunya membuat Lembaga adat baduy tak tinggal tinggal diam.

Bekerjasama dengan beberapa pihak, Jaro Saija menggelar pemusnahan barang bukti madu palsu yang berhasil disita dari beberapa oknum pedagang madu palsu di kawasan adat baduy.

Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai puluhan liter.

Dalam kesempatan tersebut, Jaro Saija juga berkesempatan menunjukan perbedaan antara madu palsu dan asli.

“Madu katanya palsu saya mau buang, mau dibakar atau gimana. Yang jelas kedepannya jangan sampai ada lagi yang disebut madu palsu,”kata Tetua adat baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Jaro Saija kepada awak media, Minggu, 22 November 2020.

BACA :  Ratu Boki Tersandung Pemalsuan Identitas Pewaris Tahta Kesultanan Ternate

Sementara pemerhati adat baduy, Uday Suhada mengatakan acara ini digelar sebagai salah satu langkah untuk mengklarifikasi dan mengembalikan citra adat baduy yang rusak oleh mafia tak bertanggungjawab.

“Kita sudah lihat, Jaro Saija menunjukan perbedaan madu asli dan palsu. Jadi madu palsu itu sebenarnya hanya campuran gula dan zat kimia tidak ada madunya sama sekali,”kata Uday.

Uday menegaskan selama ini bahwa masyarakat adat baduy dibodohi, dibohongi dan dieksploitasi.

“Orang baduy adalah pihak yang dikorbankan. Saya kira aparat penegak hukum juga bjsa memilah mana yang menjadi penyebab dan mana yang menjadi akibat,”tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler