Connect with us

Berita Terbaru

Lewat SAHI, Mayora Bagi-bagi Bantuan ke Pondok Pesantren di Banten

Published

on

PT. Mayora saat memberikan bantuan kepada pondok pesantren dalam acara pelantikan pengurus SAHI Banten. (BantenHits.com/Tolib)

Serang- Sebanyak 10 Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten mendapatkan Bantuan dari PT. Mayora, Senin, 23 November 2020. Masing-masing mendapat bantuan Rp10 Juta.

Bantuan yang diserahkan melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Silaturrahim Haji dan Umrah Indonesia (SAHI) Banten ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada para pondok pesantren di Tanah Jawara.

“Bantuan dari Mayora untuk Ponpes di Banten itu disalurkan melalui DPW SAHI Banten, diantaranya pesantren di Lebak, Pandeglang dan Serang,”kata Departemen Hubungan Masyarakat Mayora Group, Intan Rionita Latief usai acara pelantikan pengurus DPW SAHI Banten.

BACA :  Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam, 9 Anggota Polisi Akan Dites Urine

Intan berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi pondok pesantren yang menerimanya.

“Semoga kedepannya kami bisa terus memberikan bantuan lebih dari ini, sehingga keberadaan Mayora dimanapun bisa bermanfaat bagi kemaslahatan umat,” harapnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina SAHI Siti Marifah Ma’ruf Amin meminta kepada pengurus DPW SAHI Banten dapat melaksanakan visi dan misi SAHI sebagai mitra Pemeritah.

“Menjalankan roda organisasi dengan baik khususnya dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pendampingan bagi pesantren untuk saling menguatkan dlm menghadapi pandemi ini,”kata putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin ini.

“Selamat atas dilantiknya para pengurus, semoga dapat memberikan dalam kaitan pembangunan banten agar semakin maju. Kepada mayora juga yang udah memberikan bantuan melalui SAHI supaya dapat meningkatka berkontribusi terhadap masyarakat Banten,”timpal Kepala DPMD Banten, Enong Suhaeti mewakili Wakil Gubernur Banten, Andhika Hazrumy.

BACA :  Suzuki Carry Masuk Jurang di Mandalawangi, 5 Orang Luka

Editor: Fariz Abdullah



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler