Connect with us

Advertorial

Rumah Autis Terus Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus Berkarya di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Seorang guru di Rumah Autis tengah mendampingi anak berkebutuhan khusus belajar. Rumah Autis tak pernah berhenti mendampingi anak-anak didiknya untuk berkarya. (Foto: tangerangkota.go.id)

Tangerang – Pandemi Covid-19 telah memporakporandakan tatanan ekonomi dan sosial secara global. Di tengah segala keterbatasan akibat dampak Covid-19, sekelompok orang di Kota Tangerang terus mengabdikan dirinya untuk memperbaiki kualitas kehidupan sekitar.

Para pejuang kemanusiaan tersebut bergabung dalam Rumah Autis, Lembaga Cahaya Keluarga Fitrah, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Dikutip BantenHits.com dari laman tangerangkota.go.id, Rumah Autis didirikan untuk memberikan bekal keterampilan dan menyiapkan kemandirian pada anak-anak berkebutuhan khusus.

Mereka dilatih kemampuannya agar tetap produktif dengan berbagai karya yang dihasilkan.

BACA :  Okupansi Hotel di Pandeglang Capai 100 Persen selama Liburan Panjang, Polres Kerahkan Ratusan Personel

“Rumah Autis bergerak di bidang sosial. Anak-anak kebutuhan khusus sekolah di sini. Kami latih mereka untuk produktif dan memiliki keahlian di berbagai bidang yang memang mereka sukai,” ungkap salah seorang guru Rumah Autis, Dwi Astuti.

Ia menuturkan, hingga saat ini Rumah Autis memiliki 30 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, anak-anak Rumah Autis diberikan pendidikan kompetensi, mulai dari memasak, menyanyi hingga menjahit.

“Namun, dari berbagai pelatihan, salah satu yang paling produktif adalah kelas keterampilan pernak-pernik bros. Selain bros, anak-anak juga produksi gelang, kalung, juga suvenir,” jelasnya.

Selain belajar, anak-anak berkebutuhan khusus di Rumah Autis juga diajarkan membuat karya yang memiliki nilai ekonomi. (Foto: tangerangkota.go.id)

Kata Astuti, hingga saat ini produk aksesoris buatan anak-anak ABK sudah diperjualbelikan ke berbagai daerah. Produk anak-anak Rumah Autis didominasi untuk pesanan suvenir pernikahan.

BACA :  Tawuran Antar Pelajar di Cisoka Makan Korban, Satu Warga Derita Luka Bacok

“Pendapatan dari hasil jual beli produk ini, kami pergunakan untuk segala aktivitas Rumah Autis karena sekolah di sini tanpa dipungut biaya pendidikan. Yang terpenting, anak-anak tumbuh dan memiliki kemampuan untuk dapat bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Selain memiliki kemampuan produksi aksesoris. Salah satu anak Rumah Autis juga ada yang hafal beberapa surat Alquran.

“Alhamdulillah, di sini banyak anak-anak yang spesial. Kami punya Jerico Sukoco, salah satu anak yang khatam al quran, berbagai surat kita sebut, insyaallah Jerico bisa lafalkan,” kata salah seorang guru, Eni Widayati.

Melalui Rumah Autis, diharapkan para ABK dapat tumbuh dan berkembang dengan berbagai keahlian, karena kekurangan bukanlah penghalang untuk berkarya.(Advertorial)

BACA :  Jangan Percaya Mitos Vaksin yang Salah, Faktanya Vaksin Aman Kok!



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler