Connect with us

Berita Terbaru

Siloam Hospitals Siap Tangani Kasus Bibir Sumbing, Operasi Cangkok Tulang Rahang dan Koreksi Hidung

Published

on

Siloam Hospital salah satu unit bisnis Lippo Group

FOTO ILUSTRASI. Siloam Hospital, salah satu unit bisnis di bawah naungan Lippo Group. Kamis, 25 Oktober 2018, KPK memeriksa Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya bersama Direktur Lippo Cikarang Toto Bartholomeus beserta enam staf keuangan Lippo Cikarang. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Siloam Comprehensive Cleft Center bersiap untuk meningkatkan program layanan pada layanan terapi wicara, koreksi hidung serta layanan operasi cangkok tulang atau alveolar bone graft sebagai pusat layanan klinik khusus bagi pasien dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut (bibir sumbing).

Spesialis bedah mulut dan maksilofasial Siloam Comprehensive Cleft Center Dr. drg. Andi Setiawan Budihardja mengatakan, pihaknya pada 2021 nanti akan meningkatkan layanan melalui program operasi cangkok tulang rahang serta koreksi hidung. Itu dilakukan, karena penanganan bagi pasien berbeda-beda berdasarkan tingkatan usianya.

“Penanganan untuk kasus bibir sumbing pada bayi dan anak tidak selalu sama, ada beberapa kriteria dan periode waktu yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, akhir tahun ini sampai tahun depan kami akan tingkatkan layanan tersebut,” katanya di Siloam Hospitals Lippo Village Paviliun B Tangerang, Selasa 24 November 2020.

BACA :  DPMPTSP Tangsel Optimalkan Pelayanan Online

Menurut Andi, operasi cangkok tulang dilakukan untuk memperbaiki celah pada gusi serta menstabilkan rahang atas. Kemudian, layanan tersebut juga berfungsi untuk memberikan pondasi pada dasar hidung dan memudahkan pertumbuhan gigi permanen.

“Perawatan ini biasanya dilakukan pada anak usia 8-12 tahun,” ujarnya.

“Operasi cangkok tulang yang dikembangkan di Siloam hospital Lippo Village menggunakan teknik minimal invasif, karena tidak memerlukan donor tulang dari daerah pinggul. Donor tulang yang digunakan hanya menggunakan tulang dari dalam rongga mulut pasien sendiri, sehingga lebih nyaman untuk pasien dan memperpendek waktu tinggal di rumah sakit,” tutur Andi.

Secara umum, Andi menjelaskan, tujuan dilakukannya operasi celah bibir untuk menyatukan kembali celah bibir yang terbentuk pada mulut bayi. Operasi ini bertujuan untuk memperbaiki celah pada bibir dan langit-langit yang terbentuk.

BACA :  Gandeng PMI, Bethsaida Hospital Gelar Donor Darah

Hal ini dilakukan agar fungsi otot pada bagian wajah ini bisa bekerja dengan seharusnya dan penampilan wajah juga menjadi normal. Tujuan yang hendak dicapai dalam perawatan pasien dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut adalah untuk mengembalikan fungsi estetik wajah, memastikan pasien bisa berbicara dengan normal dan mencapai hubungan lengkung rahang dan gigi yang normal.

Andi pun menyebut, hingga saat ini kelainan bibir yang terjadi pada bayi dan anak-anak masih cukup tinggi dan merupakan masalah besar di Indonesia. Hal itulah yang melatarbelakangi diresmikannya Siloam Cleft Center di Auditorium Lantai 11, Siloam Hospital Lippo Village, Karawaci, Tangerang pada Februari 2018 silam.

BACA :  Polisi Bekuk Residivis Curanmor di Serang

‚ÄúPenanganan pasien akan dilakukan secara interdisipliner oleh tim dokter yang tergabung di dalam Siloam comprehensive cleft center. Seluruh team dokter selalu mengadopsi teknik perawatan yang terkini sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini,” ucap pria yang saat ini juga bertugas sebagai Indonesian Medical Advisory Board Smile Train Inernational.

Hingga dua tahun berjalan, Siloam Comprehensive Cleft Center kini telah dikenal luas oleh masyarakat, tidak saja dikenal pelayanannya oleh masyarakat Tangerang dan Jakarta, bahkan setiap tahunnya, pasien yang berasal dari wilayah pulau Sumatera, Papua dan Kalimantan mendapatkan pelayanan optimal dalam layanan kelainan bibir dan celah dinding mulut, baik itu secara layanan mandiri pun layanan yang sifatnya sosial yang setiap tahun diadakan Siloam Comprehensive Cleft Center.

“Penanganan yang dilakukan Siloam Comprehensive Cleft Center pada pasien umum dan khusus selalu berhasil dilakukan, baik secara program mandiri maupun layananan yang sifatnya sosial guna berbakti pada masyarakat”, kata Direktur Siloam Hospitals Lippo Village dr. Jeffry Oeswadi, rumah sakit yang membawahi sistem pelayanan Klinik khusus pada Siloam Comprehensive Cleft Center.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler