Connect with us

Berita Terbaru

Duh, Aparat dan Investor Dituduh Kongkalikong di Proyek Geothermal

Published

on

Warga Padarincang Kabupaten Serang saat menghadang alat berat pembangunan proyek Geothermal. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten menduga ada persoalan besar dalam rangkaian pemaksaan mobilisasi alat berat PT Sintesa Geothermal Banten (PT SGB) untuk melanjutkan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Gunung Praksak, Kampung Barengkok, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Tim Advokasi LBH Rakyat Banten, Abda Oebismillahi menilai, tindakan yang dilakukan oleh aparat TNI dan kepolisian bertentangan dengan tugas pokok masing-masing institusi yang diatur di dalam Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 maupun Undang-Undang POLRI Nomor 2 Tahun 2002.

“Secara hukum, kehadiran TNI tidak lain ialah sebagai pelindung kedaulatan negara, tidak seharusnya untuk ikut serta dalam tindakan pembongkaran,” kata Abda dalam keterangan tertulisnya yang diterima BantenHits.com, Rabu, 25 November 2020.

BACA :  Kasus Positif Covid-19 Menggila di Lebak, Bupati Iti Minta Warga Tunda Acara Peringatan Maulid Nabi

POLRI khususnya Polda Banten, kata Abda, sejatinya hadir untuk melindungi hak-hak warga yang terlanggar, karena pelanggaran-pelanggaran kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT SGB. Bukan sebaliknya, mendukung bahkan diduga Korps Marinir TNI berkolaborasi dengan para investor pengusaha.

“Mereka berperan aktif untuk bisa merealisasikan proyek PLTPB yang hingga kini menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, serta masih menyisakan problematik terhadap pembangunan PLTPB,” tuturnya.

Kendati demikian, LBH Rakyat Banten bersama dengan Sarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) akan tetap menolak keras adanya pembongkaran, eksplorasi, eksploitasi, atau tindakan represifitas terhadap rakyat.

“Pemerintah Daerah, sudah seharusnya tidak mengesampingkan perhatiannya terhadap pemenuhan hak-hak dasar warganya, abai terhadap hak-hak perlindungan dasar masyarakat, merupakan pelanggaran terhadap konsitusi dan Hak Asasi Manusia (HAM),” tegas dia.

BACA :  Jasa Titipan Kebanjiran Order Jelang Hari Raya

Sebelumnya, Ribuan warga Padarincang, Kabupaten Serang yang mengatasnamakan Syarekat Perjuangan Rakyat (Sapar) berhasil memukul mundur alat berat perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang hendak melakukan pembongkaran pagar akses PT Sintesa Geothermal Banten (PT SGB) serta mobilisasi alat berat.

“Kami di sini dalam rangka menghalau alat berat yang akan membongkar pagar (portal) warga, pagar akses masuk proyek Geothermal,” kata salah satu tokoh masyarakat Padarincang, H Doif kepada awak media.

Editor: Fariz Abdullah 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler