Connect with us

Berita Terbaru

Duh, Banyak Laporan Pelanggaran Pilkada Kabupaten Serang Tak Memenuhi Unsur

Published

on

Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Yadi menyebut laporan dugaan pelanggaran Pilkada Kabupaten Serang tidak memenuhi unsur. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang mencatat, sebanyak 32 kasus pelanggaran pada tahapan Pilkada Kabupaten Serang. Dari 32 itu sedikitnya ada 5 kasus yang terindikasi pelanggaran tindak pidana.

Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Yadi mengatakan, sejauh ini laporan pelanggaran Pilkada termasuk temuan yang sudah diregister sebanyak 32 kasus. Dari 32 pelanggaran sekitar ada 5 kasus yang terindikasi tindak pidana.

Namun diakuinya, dari lima kasus tersebut sudah selesai dibahas di Sentra Gakkumdu. Dan rata-rata, statusnya tidak memenuhi unsur.

“Dari kelima itu ada yang kaitannya dengan ujaran kebencian, kampanye diluar jadwal, keterlibatan kepala desa, dan itu semuanya dibahas di Sentra Gakkumdu. Dan semuanya tidak memenuhi unsur pelanggaran Pilkada,” kata Yadi saat ditemui wartawan usai rapat koordinasi di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Jum’at, 27 November 2020.

BACA :  Era Kenormalan Baru, Traffic Light di Kota Cilegon Dipasang Starting Grid Ala Moto GP

Lebih lanjut, Yadi menjelaskan, perihal penegakan hukum Pilkada ini tinggal dilihat dari sudut pandang yang mana. Sebab, dalam pelanggaran Pilkada ada tiga jenis, antara lain pelanggaran sengketa, administrasi dan etik. Mislanya, kata dia, ketika ada laporan yang masuk soal pidana pemilihan maka otomatis akan berkoordinasi dengan Sentra Gakkumdu sesuai dengan mekanisme yang diatur.

Sedangkan, jika pelanggaran administrasi atau etik, maka ada lembaganya tersendiri dalam hal ini Dewan Kehormatan Pelanggaran Pemilu (DKPP) yang akan menangani rekomendasi laporannya.

“Dari tiga jenis pelanggaran yang yang paling berat adalah di pidana. Misalnya, pasal yang kaitan dengan money politik itu sangat berat sanksinya. Yaitu penjara 72 bulan maksimal dan paling sedikit 36 bulan,” pungkasnya.

BACA :  Warga Kalanganyar Ramai-ramai Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Multatuli; Air Tak Mengalir Semalaman

Editor: Fariz Abdullah 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler