Connect with us

Advertorial

Warung Tradisional di Kabupaten Tangerang Dibikin Naik Kelas saat Pandemi Covid-19 lewat WAKEPO, Apa Itu?

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat melaunching WAKEPO. Melalui program ini, warung tradisional di Kabupaten Tangerang akan dibikin naik kelas, terutama saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. (tangerangkab.go.id)

Tangerang – Pemilik warung tradisional di Kabupaten Tangerang bisa bernafas lega meski Pandemi Covid-19 masih melanda.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah meluncurkan program untuk menyokong kemampuan warung tradisional lewat Warung Ketahanan Pangan Online/Offline alias WAKEPO.

Dikutip BantenHits.com dari laman tangerangkab.go.id, program WAKEPO yang termasuk dalam Program RPJMD Kabupaten Tangerang yakni Tangerang Mantap /Mandiri Ketahanan Pangan diluncurkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Kampung Daraham, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Kamis, 26 November 2020.

Dalam peluncuran WAKEPO tersebut selain Bupati Tangerang hadir juga Kapolresta Tangerang, Kombes Pol H. Ade Ary Syam Indradi; Dandim 05/10 Tigaraksa, Letkol Infantri Bangun Siregar; Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Nurul Hayati; Kadinsos, Ujat Sudrajat; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Azis Gunawan; serta Kanwil BRI Jakarta 3.

BACA :  Pemkab Serang Bangun Rumah Sakit Kelas D di Tahun 2021; Lokasi di Eks Pasar Kragilan

Dalam peluncuran WAKEPO tersebut Bupati Zaki berharap warung-warung tradisional yang ada di desa-desa di kampung-kampung bisa naik kelas dengan jejaring WAKEPO dan juga produk-produk pangan asal dari petani dan nelayan bisa diserap melalui WAKEPO.

“Hari ini saya meresmikan warung ketahanan pangan online dan offline di Kabupaten Tangerang di Kecamatan Jambe, Gunung Kaler, Pakuhaji. WAKEPO ini adalah sebagian dari jejaring warung tradisional yang dinahkodai oleh PT Benteng Pangan Utama sebagai anak usaha BUMD Pemda Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Menurut Zaki, warung ini bertugas bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang murah yang dengan kualitas yang baik, tetapi menjadi jejaring untuk memasarkan produk-produk asli dari Kabupaten Tangerang.

BACA :  Bapenda Lebak Beri Kelonggaran Wajib Pajak; Bebas Denda sampai Penundaan Pembayaran

Selain itu, WAKEPO juga menyediakan semua kebutuhan seperti sembako bahkan makanan beku seperti daging, ikan dan lainnya.

“Saya harap setelah 3 warung ini dilaunching akan banyak warung-warung di Kecamatan dan Desa lain di Kab. Tangerang yang bisa beroperasi, warung ini juga dilengkapi dengan jaringan wi-fi dan juga aplikasi WAKEPO yang nantinya masyarakat bisa melakukan pembelian secara online,” harapnya.

H. Ahmad Subadri selaku Dirut PT. Benteng Pangan Utama mengatakan WAKEPO diluncurkan Selain di Kecamatan Jambe, juga di luncurkan di 2 Kecamatan lainnya yakni Kecamatan Gunung Kaler dan Kecamatan Pakuhaji secara virtual.

“Alhamdulillah berkat kerjasama semua pihak dan mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, ini adalah dukungan kami terhadap program Bupati Tangerang yang termasuk dalam RPJMD Kabupaten Tangerang yaitu Tangerang Mantap (Mandiri Ketahanan Pangan),” ucap Badri.

BACA :  Detik-detik Pemungutan Suara Pilkada 2020, Gubernur Banten Minta Paslon Tak Menonjolkan Konflik

Menurut Badri dalam satu bulan ke depan pihaknya menyiapkan aplikasi WAKEPO yang bisa diunduh melalui HP masing-masing dan masyarakat bisa menggunakannya untuk melakukan pembelian di warung tradisional yang sudah masuk jejaring WAKEPO secara online.

“Untuk masyarakat bisa menjadi member WAKEPO dan diberikan kartu untuk berbelanja, dan nantinya bisa dimanfaatkan oleh pembeli untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya,” tandasnya.(Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler