Connect with us

Berita Terbaru

Korupsi Bantuan RTLH Rp551 Juta, Anak Mantan Anggota DPR RI di Lebak Dibui

Published

on

Para terduga pelaku saat diserahkan bersama barang bukti ke Kejari Lebak. (Istimewa)

Lebak- Unit III Tipidkor Satuan Reserse Polres Lebak menjebloskan lima terduga pelaku korupsi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke penjara.

Mereka adalah NTS salah satu anak dari mantan anggota DPR RI, kemudian A, S, UH dan CM.

Dalam siaran pers yang diterima BantenHits.com, kelimanya diduga telah menyalahgunakan bantuan RTLH tahun 2015 dengan anggaran Rp1 Miliar.

“Jadi dalam pembangunan nya ada pengurangan spesifikasi alias spek sehingga menimbulkan kerugian negara kurang lebih Rp551 juta,”kata Kapolres Lebak, AKBP Ade Mulyana, Senin, 7 Desember 2020.

“Ini perkara tahun 2016, sekarang sudah tahap dua, jadi kelimanya sudah mendekam di Lapas Rangkasbitung,”tambahnya.

BACA :  Perkosaan Bocah Ditangani Polres Tigaraksa

Ade menjelaskan setiap pelaku memiliki peranan masing-masing. Di mana CM bersama S berperan mengajukan proposal ke Kementerian Sosial, mengelola sebagian dana bantuan yg diterima oleh kelompok penerima.

“CM mengelola sebagaian dana kelompok mawar 1 dan 2 desa Sukanegara, Kecamatan Muncang,”terangnya.

Sedangkan NTS berperan mengelola dana bantuan yg diterima kelompok Pasir Kupa 1 dan 2, Kelompok Sangiangtanjung 1 dan 2 Kecamatan Kalanganyar.

Kemudian, lanjut Ade, A berperan mengelola dana bantuan yang diterima Kelompom Sukamersari 1 dan 2 Kecamatan Kalanganyar.

“Kalau UH berperan mengelola dana bantuan yang diterima Kelompok Cicengal dan Cilubang, Desa Keboncau, Kecamatan Bojongmanik,”terangnya.

Atas perbuatannya mereka terancam melanggar sebagaimana Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah di ubah dalam UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pembarantasan tindak pidana korupsi.

BACA :  Kejari Pandeglang Ekspos Kasus Tunjangan Daerah

Sementara Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma didampingi Kanit Tipidkor Ipda Putu Ari Sanjaya membenarkan telah berhasil mengungkap kasus korupsi yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp551 juta.

“Sudah tahap 2. Kita sudah serahkan tersangka dan barang buktinya juga. Yang jelas kita akan tindak sesuai dengan aturan yang berlaku,”tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler