Connect with us

Berita Terbaru

Getirnya Proses Pengiriman Logistik Pilkada Kab. Serang ke Pulau Tunda; Tembus Ombak Besar hingga Minta Helikopter

Published

on

Pendistribusian logistik dan perlengkapan pencoblosan Pilkada ke Pulau Tunda. (BantenHitas.com/Mursyid Arifin)

Serang – Memasuki H-2 perhelatan Pilkada Kabupaten Serang yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pulau Tunda, Desa Wargasara telah menerima logistik dan perlengkapan alat pelindung diri (APD) dari Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Tirtayasa.

Sekretaris PPS Pulau Tunda, Mulyadi mengatakan, meski cuaca yang kurang kondusif sehingga membuat was-was dalam proses pengiriman logistik. Namun begitu, kondisi baik kertas suara, bilik suara dan beberapa triplek untuk menempel DPT (daftar pemilih tetap) serta APD diterima dengan baik.

“Di sini (Pulau Tunda) ada tiga TPS, di RT 01, 04 dan RT 05,” katanya kepada wartawan, Senin, 7 Desember 2020.

BACA :  Limbah Bercampur Banjir Menerjang Ponpes Al-Jauhariyah Cikande, Aktivitas Sudah Sepekan Dihentikan

Ia melanjutkan, untuk penghitungan suara beberapa warga di Pulau Tunda memiliki pengeras suara yang bisa digunakan tanpa listrik. Kemudian, untuk sistem penghitungan tidak begitu memakan waktu yang lama, karena dianggap berbeda dengan Pilpres.

“Kekhawatirannya disaat proses penghitungan. Karna cuaca yang kurang kondusif, ini dikhawatirkan ketika dilakukan penghitungan, hujan turun,” ujar Mulyadi.

Diakuinya, saat ini persiapan sudah 90 persen, tinggal bagaimana situasi di lapangan. Personil sudah lengkap semua, dengan jumlah personil 27 orang.

“Semoga lancar sampai akhir, sampai pengiriman kembali surat suara ke PPK,” harapnya.

Ketua PPK Tirtayasa, Muhit mengaku, meski cuaca ekstrem, Desa Wargasara menjadi prioritas, sehingga petugas rela menembus ombak besar agar dapat menyalurkan logistik dengan aman dan lengkap. Kata dia, pengiriman logistik ini dilakukan dengan menggunakan kapal laut.

BACA :  Bupati Iti Lantik Sembilan Pejabat Esselon II di Tengah Pandemi Covid-19; Pakai Masker sampai Physical Distance

“Prinsip-prinsip logistik itu harus terpenuhi, tepat guna, tepat jumlah, tepat sasaran. Pengiriman hari ini kita prioritaskan, karena pertama jarak, kedua soal cuaca,” ujar Muhit.

Ia menyebutkan, memang perjalanan menuju Pulau Tunda terbilang ekstrem. Karena ombak sedang tinggi-tingginya, berbeda dengan prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG untuk hari itu.

“Kedepan, Pemda (kalau bisa) menghibahkan Helikopter untuk memudahkan akses pengiriman ke pulau terpencil,” sarannya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler