Connect with us

Berita Terbaru

Omzet Pasar Tradisional Mulai Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya

Published

on

Tim TPID Provinsi Banten menyebut persediaan bahan pokok menjelang tahun baru 2021 di Banten aman. (BantenHits.com/Tolib)

Serang – Stok bahan pokok dan penting di Provinsi Banten aman terjaga. Hal itu terungkap dalam telekonferensi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan agenda Kondisi Ketahanan Pangan Menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Saat membuka rapat, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten, Ahmad Syaukani mengatakan, koordinasi TPID Provinsi Banten dalam kerangka pengendalian harga bahan pokok dan strategis melibatkan Biro Perekonomian, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendidikan. Melibatkan Bank Indonesia dalam rangka supervisi dan koordinasi, Polda Banten pada koordinasi dan penindakan, serta BUMD Agrobisnis Banten Mandiri sebagai pelaksana.

BACA :  Yang Tak Mungkin Dilakukan saat PSBB di Tangerang; Meminta Industri Setop Beroperasi

“Peran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui kelancaran distribusi, mengendalikan fluktuasi harga bahan pokok serta tingkat inflasi,” katanya, Selasa, 8 Desember 2020.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso menegaskan, stok bahan pokok di Provinsi Banten aman terjaga.

“Inflasi bahan pokok dan penting masih terkendali,” ujarnya.

Lebih jauh Babar menerangkan, terjadi efek domino terhadap daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19. Di pasar tradisional, pada Triwulan III 2020 terjadi penurunan omset pada pedagang hingga 50 persen. Kemudian, pada Triwulan IV 2020 terjadi peningkatan omset, menjadi 80 persen. Salah satunya adanya peningkatan permintaan bahan pokok untuk bantuan sembako.

Menurut Babar, pada Triwulan IV 2020 diharapkan tekanan terhadap pertumbuhan sektor industri di Provinsi Banten berkurang seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor barang.

BACA :  Nelayan di Pandeglang Bakal Dilatih BMKG Melalui Sekolah Lapangan

Sedangkan pada Triwulan III 2020, pertumbuhan sektor industri di Provinsi Banten tertekan hingga minus 5,12 persen. Pada situasi normal, kata dia, rata-rata kontribusi sektor industri terhadap PDRB Provinsi Banten mencapai 30 persen.

“Perlambatan sektor industri berdampak pada sektor perdagangan. Pada Triwulan III 2020, sektor perdagangan mengalami pertumbuhan negatif hingga 2,26 persen. Sementara, rata-rata kontribusi sektor perdagangan perdagangan terhadap PDRB Provinsi Banten mencapai 13,5 persen,” jelas Babar.

“Bahan baku industri masih mengandalkan impor, sehingga berdampak pada sektor perdagangan,” sementara.

Sementara itu, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Banten, Purwanto menyatakan, pasokan di Provinsi Banten relatif terjaga karena produksinya banyak. Kecuali yang datangkan dari luar daerah seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, dan minyak goreng.

BACA :  Ini Hasil Rapid Test terhadap 170 Warga Kampung di Carita yang Sudah Ditemukan Tiga Positif Covid-19

“Diharapkan BUMD pangan di Provinsi Banten mampu menjadi katalisator kerjasama pangan antar daerah,” ucapnya.

Sekedar informasi, tingkat inflasi bahan pokok pada bulan Oktober 2020 di Provinsi Banten mencapai 0,27 persen.

Sementara ketersedian bahan pokok, dari pantauan pada delapan pasar di Provinsi Banten per 17 Nopember 2020, beras sebanyak 493.101 ton, gula sebanyak 50.442 ton, terigu sebesar 78.608 ton, minyak goreng sebesar 29,200 ton, serta daging 9.646 ton.

Untuk pantauan harga, per 7 Desember 2020, harga beras premium Rp11.075, cabe merah Rp58.333, cabai merah keriting Rp55.558, daging ayam ras Rp34.608, dan telur ayam ras Rp26.392.

Editor: Mursyid Arifin



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler