Connect with us

Berita Terbaru

Unggul Telak dari Nasrul-Eki Versi Quick Count LSI, Ratu Tatu Minta Maaf

Published

on

Ratu Tatu Chasanah saat menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada keluarga, tim, partai koalisi, simpatisan, dan masyarakat Kabupaten Serang. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Rabu, 9 Desember 2020 adalah Hari Anti Korupsi Sedunia dan bertepatan dengan hari pemungutan suara Pilkada serentak yang dihelat di 270 daerah di Tanah Air, tak terkecuali Kabupaten Serang.

Hasil quick count LSI Denny JA menyatakan pasangan calon petahan nomor urut 1 Bupati dan Wakil Bupati Serang, Ratu Tau Chasanah dan pandji Tirtayasa menang telak dengan perolehan suara 64,04 persen atau 239,127 suara.

Sedangkan paslon penentang nomor urut 2 Nasrul Ulum dan Eki Baihaki 35,96 persen atau 134,254 suara.

BACA :  Wali Kota Syafrudin: Kemerdekaan Momentum untuk Tingkatkan Kinerja

Calon petahana Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kemenangan ini menunjukan bahwa masyarakat Kabupaten Serang mempunyai keinginan untuk melanjutkan pembangunan ke depannya.

“Semoga saya bisa mengemban amanah ini dan insya Allah akan berupaya dengan seluruh kekuatan, untuk memenuhi harapan masyarakat apa yang masih menjadi kekurangan di tahun kemarin,” kata Tatu dalam sambutannya dalam konferensi pers di Rumah 51 Bhayangkara, Cipocok Jaya, Kota Serang.

Politisi Golkar Banten ini mengaku, kemenangan Tatu-Pandji adalah kemenangan semua. Artinya, masyarakat Kabupaten Serang ini tidak ada yang kalah dan menang, tetapi ini kemenangan bersama. Meski begitu, tidak boleh ada arogansi dari pihak manapun walaupun secara quick count disampaikan (calon petahana) sebagai pemenang.

BACA :  Ombak Pantai Bagedur Lebak Tiba-tiba Pasang; Para Pengunjung Langsung Diputar Balik

“Semua kita menatap ke depan, karena ini adalah awal perjuangan sebetulnya dalam lima tahun ke depan, dan kita punya tantangan ke depan dengan bersama-sama yaitu untuk meraih kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Tatu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, partai koalisi, relawan, simpatisan, dan semua pihak yang terlibat dalam perhelatan kontestasi politik Pilkada Kabupaten Serang.

“Saya mengucapkan permohonan maaf, tentunya banyak kekurangan, banyak prilaku saya saat turun kemasyarakat atau dalam lima tahun kemarin masih banyak kekurangan, dan sering kali saya turun kemasyarakat sosialisasi, saya menyampaikan permohonan maaf,” ucap Tatu seraya menunjukan muka welas asihnya.

Terpisah, Koordinator Umum Jaeingan Relawan Demokrasi Pemilu (JRDP), Ade Buhori Akbar mengungkapkan, Pilkada ini menjadi momen untuk semua sadar akan korupsi. Pemilih harus mampu mengkonsolidasi diri, baik secara personal maupin kolektif, untuk menolak sekuat tenaga praktek politik uang atau money politic apapun dalih dan bentuknya.

BACA :  Bertengkar Hebat dengan Istri, Pria di Balaraja Malah 'Curhat' Pernah Telanjangi Anak Tetangga

“Jangan sampai memanfaatkan situasi darurat kesehatan ini sebagai kelonggaran untuk mensiasati anggaran. Terlebih kandidat,” tegas Buhori dalam keterangan tertulisnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler