Connect with us

Berita Terbaru

Banten Belum Darurat Banjir, Wahidin Halim Tunggu Usulan Kepala Daerah

Published

on

Warga saat Memikul Kendaraan Roda Dua untuk Melewati Banjir di Kabupaten Pandeglang (Istimewa)

Serang – Gubernur Banten, Wahidin Halim mengaku dirinya belum dapat menyatakan status darurat bencana banjir. Hal itu lantaran masih menunggu usulan dua Kabupaten/Kota yang mengalami bencana banjir.

Diketahui, curah hujan yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir mengakibatkan 14 Kecamatan. Di mana lima Kecamatan di Kabupaten Serang dan sembilan Kecamatan di Kabupaten Pandeglang terendam banjir.

“Untuk (status) darurat kita tunggu sebagaimana usulan dari Kabupaten/Kota yang mengalami bencana. Kalau pernyataan (darurat bencana) Provinsi apabila dua daerah itu menyatakan dalam keadaan darurat,” ujar WH sapaan akrab Wahidin Halim, Jumat, 11 Desember 2020.

BACA :  4.735 Pelajar Mendaftar ke SMA Negeri di Kabupaten Lebak Via Online dan Offline

WH juga mengaku, dirinya telah mengintruksikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, dan Sekda Banten, Al Muktabar untuk melakukan langkah-langkah percepatan penanganan banjir di dua wilayah tersebut.

“Itu sudah kita rapatkan. Saya tugaskan Pak Wakil Gubernur (Andika, red) dan Pak Sekda (Muktabar, red) melakukan langkah-langkah, termasuk memberikan bantuan sosial dan penanganan mitigasi. Dan itu sudah ada sebenarnya,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut WH, Pemprov Banten juga telah mengantisipasi potensi-potensi kerawanan akibat dampak banjir.

“Kita antisipasi kerawanan sosial, masalah kesehatan dan kebutuhan pokok yang biasanya terjadi,” ungkapnya.

Mantan Walikota Tangerang itu menuturkan, untuk kerusakan infrastruktur akibat dampak banjir akan diinventarisasi jika air sudah surut.

BACA :  Waduh, Puluhan Petugas Pemilu di Pandeglang Reaktif Covid-19

“Untuk kerusakan (infrastruktur) kita lihat nanti. Karena ada program jangka menengah dan jangka panjang. Kita inventarisasi di lapangan, apa sih dampak kerusakannya? Ada ngga fasilitas umum yang terganggu? Kayak jembatan (itu) kita inventarisasi,” jelasnya.

Sementara salah seorang warga Perumahan Bumi Nagara Lestari (BNL), Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Tarnen berharap pemerintah segera memberikan bantuan.

“Kami minta pemerintah cepat berikan bantuan,” ucapnya.

Editor: Mursyid Arifin



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler