Connect with us

Advertorial

Pasien COVID-19 Sembuh Kumulatif Per 11 Desember 2020 Mencapai 496.886 Orang

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Pasien COVID-19 sembuh. (CNNIndonesia)

Jakarta – Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 per hari ini sudah mencapai 496.886 orang atau 82,1%. Jumlah kesembuhan kumulatif ini sudah termasuk penambahan pasien sembuh harian per 11 Desember 2020 sebanyak 4.911 orang. 

Urutan provinsi dengan kesembuhan harian tertinggi berada di DKI Jakarta dengan menambahkan 1.206 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 135.478 kasus. Diikuti Jawa Barat menambahkan pasien sembuh sebanyak 912 kasus dan kumulatifnya mencapai 52.639 kasus.

Urutan ketiga harian berada di Jawa Timur sebanyak 501 pasien sembuh, namun kumulatifnya masih kedua tertinggi mencapai 59.271 kasus.

Papua hari ini masuk urutan keempat dengan kesembuhan harian sebanyak 335 kasus dan kumulatifnya mencapai 5.794 kasus. Dan Jawa Tengah urutan kelima harian menambahkan 296 kasus dan kumulatifnya sebanyak 43.612 kasus. 

BACA :  KLB Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak Pemerintah; Anak Buah Iti Jayabaya Sujud Syukur

Pada pasien terkonfirmasi positif hari ini bertambah, sebanyak 6.310 kasus. Untuk jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, berjumlah 605.243 kasus.

Meskipun demikian, jumlah kasus aktif, yakni pasien Covid-19 yang masih menjalani masa perawatan, per hari ini berjumlah 89.846 kasus atau 14,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Untuk rincian penambahan pasien terkonfirmasi positif harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini urutan pertama tertinggi, menambahkan sebanyak 1.232 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 150.250 Jawa Barat dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.029 kasus dan kumulatifnya urutan keempat mencapai 64.072 kasus.  

Jawa Tengah urutan ketiga harian menambahkan 998 kasus dan kumulatifnya masih di urutan ketiga nasional dengan 64.608 kasus.

BACA :  Duh, Air PDAM di Kalanganyar Lebak Sudah 5 Hari Tak Mengalir

Jawa Timur urutan selanjutnya menambahkan sebanyak 748 kasus dan kumulatifnya masih kedua tertinggi sebanyak 68.361 kasus. Urutan terakhir dalam lima besar harian, berada di Sulawesi Selatan menambahkan 259 kasus dan kumulatifnya mencapai 22.661 kasus. 

Disamping itu, untuk kasus pasien meninggal harian juga masih bertambah sebanyak 175 kasus dan kumulatifnya menjadi 18.512 kasus atau 3,1% dari pasien terkonfirmasi.

Dari rincian per provinsi, di Jawa Timur urutan pertama harian dengan menambahkan pasien meninggal sebanyak 51 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 4.791 kasus. 

Jawa Barat urutan kedua harian sebanyak 21 kasus dan kumulatifnya sejumlah 1.046 kasus. DKI Jakarta urutan selanjutnya menambahkan 18 pasien meninggal dan kumulatifnya urutan kedua bertambah menjadi 2.900 kasus.

BACA :  Sah! Nanang Saefudin Sekda Kota Serang

Dan urutan keempat berada di Jawa Tengah  menambahkan 18 kasus dan kumulatifnya mencapai 2.562 kasus. Dan urutan kelima di Sulawesi Selatan menambahkan pasien meninggal sebanyak 9 kasus dan kumulatifnya mencapai 521 kasus. 

Selain itu, dari data hasil uji 426 laboratorium jejaring per 11 Desember 2020, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 54.072 spesimen dan kumulatifnya 6.271.943 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 39.786 orang dan kumulatifnya 4.216.052 orang. 

Dan jumlah negatif dari hasil periksa, per hari ini sebanyak 33.476 orang dan kumulatifnya 3.610.809 orang. Untuk positivity rate berada di angka 14,4%. Selain itu per hari ini jumlah suspek tercatat ada 64.845 kasus. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.(ADVERTORIAL)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler