Connect with us

Advertorial

Pasien COVID-19 yang Sembuh Sudah Mencapai 505.836 Orang Per 13 Desember 2020

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Pasien COVID-19 sembuh. (CNNIndonesia)

Jakarta – Jumlah pasien COVID-19 yang sembuh per 13 Desember 2020 sudah mencapai 505.836 orang atau 81,9%. Jumlah kesembuhan kumulatif ini sudah termasuk penambahan pasien sembuh harian per 13 Desember 2020 sebanyak 4.460 orang. 

DKI Jakarta menambahkan pasien sembuh terbanyak harian yaitu 1.116 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 137.522 kasus.

Urutan kedua harian berada di Jawa Timur sebanyak 650 pasien sembuh, namun kumulatifnya masih kedua tertinggi mencapai 60.450 kasus. 

Jawa Barat hari ini menjadi provinsi dengan urutan ketiga menambahkan 634 pasien sembuh dan kumulatifnya menjadi 54.276 kasus.

Urutan keempat hari ini ada di Dan Kalimantan Timur menambahkan sebanyak 229 kasus dan kumulatifnya mencapai 19.035 kasus. Jawa Tengah urutan kelima menambahkan 213 kasus dan kumulatifnya sebanyak 44.196 kasus. 

BACA :  RSDP Serang Bentuk Tim KIPI untuk Tenaga Kesehatan yang Disuntik Vaksin COVID-19, Ada Apa?

Lalu, pada pasien terkonfirmasi positif hari ini bertambah, sebanyak 6.189 kasus. Untuk jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, berjumlah 617.820 kasus.

Namun untuk jumlah kasus aktif, yakni pasien Covid-19 yang masih menjalani masa perawatan, per hari ini berjumlah 93.165 kasus atau 15.1% dari pasien terkonfirmasi. 

Untuk rincian penambahan pasien terkonfirmasi positif harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini urutan pertama, menambahkan sebanyak 1.298 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 152.499 kasus.

Jawa Tengah urutan kedua harian menambahkan 917 kasus dan kumulatifnya masih di urutan ketiga nasional dengan 66.517 kasus. 

Jawa Barat urutan ketiga dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 855 kasus dan kumulatifnya urutan keempat mencapai 66.210 kasus.

BACA :  Kota Tangerang Jadi Pilot Project Kota Ekonomi Syariah KNKS, Wali Kota Kembangkan UPZ Hingga BMT

Jawa Timur urutan selanjutnya menambahkan sebanyak 791 kasus dan kumulatifnya masih kedua tertinggi sebanyak 69.921 kasus. Urutan terakhir dalam lima besar harian, berada di Sulawesi Selatan menambahkan 312 kasus dan kumulatifnya mencapai 23.199 kasus. 

Di samping itu, untuk kasus pasien meninggal harian juga masih bertambah sebanyak 166 kasus dan kumulatifnya menjadi 18.819 kasus atau 3,0% dari pasien terkonfirmasi.

Dari rincian per provinsi, Urutan pertama berada di Jawa Tengah menambahkan 48 kasus dan kumulatifnya mencapai 2.635 kasus. Jawa Timur urutan kedua harian dengan menambahkan pasien meninggal sebanyak 47 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 4.879 kasus. 

DKI Jakarta urutan selanjutnya menambahkan 16 pasien meninggal dan kumulatifnya urutan kedua bertambah menjadi 2.933 kasus. Urutan keempat di Kalimantan Utara menambahkan pasien meninggal sebanyak 8 kasus dan kumulatifnya mencapai 31 kasus. Dan Jawa Barat urutan kelima harian sebanyak 5 kasus dan kumulatifnya sejumlah 1.057 kasus. 

BACA :  Tergiur Upah Rp 10 Juta, Empat Pria dari Medan Nekat Bawa Sabu dalam Sepatu untuk Diedarkan di Jawa Tengah

Selain itu, dari data hasil uji 426 laboratorium jejaring per 13 Desember 2020, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 51.048 spesimen dan kumulatifnya 6.382.379 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 25.347 orang dan kumulatifnya 4.279.168 orang. 

Sementara jumlah negatif Covid-19 dari hasil periksa, per hari ini sebanyak 19.158 orang dan kumulatifnya 3.661.348 orang. Selain itu per hari ini jumlah suspek tercatat ada 63.598 kasus. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.(Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler