Connect with us

Berita Terbaru

Si Melon Langka di Lebak, Warga Kalang Kabut

Published

on

Elpiji 3 Kg

Foto Ilustrasi tabung as Si Melon. (Dok. Bantenhits)

Lebak- Warga Kabupaten Lebak mulai kebingungan alias kalang kabut untuk memasak kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana tidak, belakangan ini mereka kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kilogram. Ya, Si Melon telah langka dalam beberapa waktu di Kabupaten Lebak.

Alhasil, tak sedikit masyarakat memutuskan untuk beralih dan menggunakan kayu bakar agar tetap bisa memasak.

Hal itu dilakukan, Mimin (17) warga Cibereum, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

Menurut Mimin, beralih ke kayu bakar merupakan alasan yang tepat ditengah langkanya elpiji 3 Kilogram.

Jikapun ada, terang Mimin, harga si Melon melambung di kisaran Rp27 sampai 30 ribu.

“Kita lebih memilih kayu bakar untuk keperluan memasak di dapur,” kata Mimin belum lama ini.

BACA :  Penerapan Protokol Kesehatan bagi Personil Polda Banten Dibakukan lewat Peraturan Kapolda, Ini Poinnya

“Kami hari ini mendapatkan kayu bakar dari sisa-sisa bangunan rumah dan cukup untuk kebutuhan dua hari ke depan,”tambahnya.

Nur warga Cimarga Kabupaten Lebak mengatakan bahwa penggunaan kayu bakar sangat membantu ekonomi keluarga, terlebih harga elpiji melambung juga terjadi kelangkaan.

“Kami lebih nyaman dan murah menggunakan kayu bakar untuk memasak sehari-hari,” ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Agus Reza mengatakan selama ini terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram tersebut adalah kewenangan Pertamina.

Pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi untuk menstabilkan harga pasar, sehingga terkadang terjadi kelangkaan.

Karena itu, semestinya pengawasan langsung elpiji bersubsidi dilakukan sepenuhnya oleh Pertamina yang mengeluarkan kebijakan.

BACA :  Diterjang Banjir, Warga Cibeber Cilegon Ramai-ramai Ngungsi

“Kita hanya memiliki kuota elpiji bersubsidi sebanyak 7000 tabung, sehingga seringkali terjadi kelangkaan, karena banyak keluarga mampu ekonomi menggunakan gas bersubsidi,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
 



Terpopuler