Connect with us

Berita Terbaru

Si Melon Langka Dimana-mana, Hiswana Migas Siapkan Program Ini

Published

on

Persediaan dan harga LPG 3 Kilogram dikeluhkan warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, sejumlah wilayah di Kabupaten Serang mengalami kelangkaan atau kekosongan gas LPG (elpiji) 3 kilogram (Kg) jenis Melon, tak terkecuali di Kecamatan Cikande.

Seperti yang dialami salah satu warga Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Heni (49). Ia mengaku beberapa hari ini sulit mencari gas ukuran 3 kilogram. Kata dia, kalau pun ada harganya melangit.

“Iya pak, di perumahan kami di Desa Cikande Permai sangat sulit mencari gas 3 kilogram, kalau pun ada harganya melangit pak, bisa sampai Rp30 ribu per tabung,” katanya belum lama ini.

BACA :  Kabar Gembira! Insentif untuk Pendidik Anak Usia Dini di Kabupaten Serang Akan Meningkat

Menanggapai hal tersebut, Kabid LPG PSO Hiswana Migas DPC Banten, Yudi Lukman mengatakan, musim pernikahan yang identik dengan diadakanya pesta sejenis hajatan, membuat pengaruh kepada subsidi gas LPG 3 kilogram.

“Musim pesta pernikahan menjadi banyak pesanan gas LPG 3 kilogram. Inipun kita berdasarkan laporan dari para agen-agen di wilayah Banten,” kata Yudi saat ditemui di kantornya, Senin, 14 Desember 2020.

Selain itu, lanjut Yudi, dikarenakan pandemi Covid-19. Di mana acara pernikahan ini biasanya diadakan di gedung, namun sejak adanya larangan berkerumunan massa sehingga mayoritas digelar di rumahnya masing-masing.

“Karena kalau catering yang biasa di gedung mereka menggunakan LPG non subsidi (brught gas). Sedangkan hajatan yang diadakan di rumah, catering-nya kebanyakan menggunakan gas LPG bersubsidi (gas 3 Kg),” ujarnya.

BACA :  Duit Negara Sia-sia, Sejak 2013 Rumah Sakit Labuan Tak Bisa Difungsikan padahal Warga Membutuhkan

Yudi kembali menjelaskan, pesta pernikahan inipun berdampak pada kekosongan gas LPG 3 kilogram di 5 daerah di Provinsi Banten diantaranya, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Terlebih, kata dia, beberapa pemesanan dalam acara pesta pernikahan itu bisa mencapai ratusan tabung gas. Kendati demikian, Hiswana Migas DPC Banten mengambil strategi dengan menyiapkan sebanyak 300 ribu tabung gas per daerahnya.

“Dari alokasi harian yang biasa 130 ribu tabung per hari untuk satu wilayah, ternyata tidak cukup. Mulai dari Senin (14/12), sekarang telah ditambah menjadi 300 ribu tabung gas. Itupun dibagi 5 kali per hari dalam penjadwalannya selama persiapan menghadapi natal dan tahun baru (Nataru) 2021,” ungkap Yudi.

BACA :  Blusukan ke Pasar Tradisional Kranggot; Wali Kota Edi Tiba-tiba Suruh Push Up Pedagang

Sementara Sekretaris Hiswana Migas DPC Banten, Oji Fahroji menuturkan, program penambahan tersebut dinamakan extra dropping yang digelontorkan khusus permintaan pesanan.

“Setiap hari sudah dikasih dropping, dan agen telah siap siaga. Dipastikan tidak akan mengalami kekosongan gas LPG 3 kilogram hingga akhir tahun,” tuturnya.

Meski begitu, Hiswana Migas DPC Banten juga mengimbau bagi masyarakat ekonomi mampu dan rumah makan yang tidak masuk dalam katagori UKM untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg (bersubsidi).

“Karena seyogyanya tujuan pemerintah pusat LPG bersubsidi ditujukan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler