Connect with us

Berita Terbaru

Situ Cipondoh Ditetapkan Jadi Landmark Kota Tangerang

Published

on

Situ Cipondoh bakal disulap jadi Landmark Tangerang. (BantenHits.com/Tolib)

Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, berencana melakukan upaya normalisasi Situ Cipondoh yang berlokasi di Kota Tangerang. Hal itu mengingat adanya keinginan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk menjadikan Situ Cipondoh menjadi Lanmark Tangerang.

Sekertaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan rekontrukisi batas-batas Situ Cipondoh dalam upaya normalisasi Situ. Nantinya, kata dia, Situ tersebut akan dikembalikan fungsinya dan menjadi kawasan wisata.

“Rekontruksi kembali batas-batas Situ Cipondoh, perintah Pak Gubernur (Wahidin Halim, red) kedepan kita upayakan normalisasi, kita sedang melihat aktivitas masyarakat, kita akan kembalikan fungsi dalam rangka air baku permukaan dan bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata,” katanya saat dikonfirmasi setelah melakukan peninjauan Situ bersama OPD lain, Senin, 14 Desember 2020.

Sementara Kepala Dinas PUPR Banten, Trenggono membantah adanya tudingan pekerjaan Situ Cipondoh mangkrak. Pasalnya, saat ini proses pengerjaan sedang berjalan melakukan pengerukan Situ yang awalnya sudah menjadi lahan kering.

“Kita enggak mangkrak. Pekerjaan di lapangan berkembang terus, di depan ada resistensi dari masyarakat, di depan sesungguhnya dibuat sepadan situ, pekerjaan ada di belakang,” kilahnya.

BACA :  Pasien COVID-19 Sembuh Kumulatif Per 11 Desember 2020 Mencapai 496.886 Orang

Trenggono juga mengatakan, dalam menormalisasi situ Cipondoh ada tiga proses yaitu hidrologi, sertifikasi dan optimalisasi. Ia juga mengaku ada puluhan hektare lahan Situ yang telah dikuasi masyarakat, bahkan ada beberapa hektare yang diklaim memiliki surat hak milik.

“Data kami luasnya 126 hektare, dari itu ada 46 hektare dipakai masyarakat ada penyerahannya katanya, ada 2,8 hektare ada surat hak milik, 1,4 hektare ada tiga orang pribadi yang punya sertifikat hak milik, seharusnya enggak boleh. Pemprov punya Hak Penguasaan Lahan (HPL) saat kita terima dari Jabar sudah ada MoU,” ujarnya.

“Proyek bertahap ada perubahan yang depan kita tinggalkan dulu kita konsen ke yang belakang, tujuannya untuk konservasi. Sertifikat kita akan pengukuran ulang, mana saja yang sudah berpindah tangan,” sambungnya.

Lebih lanjut Trenggono menjelaskan, sesuai keinginan Gubernur Banten Wahidin Halim, Situ Cipondoh akan dijadikan Landmark Tangerang. Menurutnya, setelah dilakukan optimalisasi besar kemungkinan dibuka peluang investasi bagi pihak swasta.

BACA :  Kejari Siap Usut Dugaan Mafia Proyek di Pandeglang

“Situ ini akan dijadikan Landmark Tangerang, Pak Gubernur turun di sini untuk mengoptimalkan tiga hal tadi,” cetusnya.

Ditanya lebih lanjut apakah lahan yang sudah dikuasai masyarakat itu ada bangunan? Trenggono membenarkan. Bahkan kata dia, dalam melakukan normalisasi tahap awal pihaknya bekerjasama dengan KPK dan BPN. Dirinya juga mengaku bangunan itu teramcam dilakukan penggurusan.

“Ada bangunan rumah, (tanah Situ yang dikuasai masyarakat) di belakang ada yang buat empang, solusinya kita di kawal korsupgah KPK kerjasama sama BPN, kaitannya dengan target kedua tadi melakukan pemetaan ulang,” ungkapnya.

“Bisa jadi (Ada kemungkinan akan ada penggusuran) nantinya tahap berikutnya sertifikasi ujunganya penegakan sepadan tadi sudah ditentukan untuk Danau, 50 meter, konsekunsinya tidak boleh ada bangunan-bangunan,” kata Trenggoro menjelaskan.

Penataan Situ Ada Perubahan?

Preoject Manager PT. Karya Dwi Sakti, Qori Mohamad Ramdan yang mengerjakan proyek normalisasi Situ Cipondoh mengklaim, saat ini proses pekerjaan progresnya sudah 78 persen, artinya lebih 6 persen dari target rencana.

“Rencana kan 71 persen plus 6 persen, kita pengerukan area yang dekat pabrik, awalnya ada pengerukan kita fokus di depan karena ada Pak Gub (Wahidin Halim, red) lebih konsen untuk belakang. Karena sudah jadi daratan, sekarang sudah menjadi lapisan basah 6,5 hektare nambahnya masih ada 13 hektar lagi, 13 hektare itu yang Situ-nya saja, belum yang diambil warganya,” katanya.

BACA :  THM Evan Karaoke dan Resto di Cilegon Dibobol Maling, 117 Bungkus Rokok dan Uang Rp500 Ribu Raib

Dikatakan Qori, pekerjaan penataan situ ada perubahan, awalnya melakukan pembangunan Joging Track, namun berpindah melakukan pengerukan sehingga menambah lahan basah Situ. Lalu mempercantik area sepadannya.

“Merubah metode, jadi menambah lahan basah dulu baru mempercantik area sepadannya, kontrak sampai akhir desember seminggu lagi beres,” ucap dia.

Revitalisasi dan Normalisasi Dinilai Langkah Positif

Pengamat Lingkungan, Sudarmawan Juwono menilai, program normalisasi dan revitalisasi Situ merupakan langkah posotif yang diambil Pemerintah Provinsi Banten.

Sudarmawan juga melihat dari aspek arsitektur memberikan dampak positif, karena membentuk ‘lake scape’ yang memperkuat karakter visual dan fungsi kawasan dalam bentuk public space dan spirit of place.

“Program NR (normalisasi dan revitaliasasi) merupakan langkah positif bagi pemeliharaan Situ untuk menjamin kelestariannya yang perlu dilanjutkan dengan program jangka menengah dan panjang,” kata dia.

Editor: Mursyid Arifin



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler